Prabowo Usul Bangunan Kembali Pakai Atap Ijuk dan Rumbai: Seng Berkarat Bahaya Buat Paru-Paru
jonisetiawan July 31, 2026 05:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah derasnya arus modernisasi pembangunan yang semakin mengandalkan material industri, Presiden Prabowo Subianto justru mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali menengok warisan kearifan lokal yang telah digunakan nenek moyang selama berabad-abad.

Dalam sebuah pesan yang sarat makna saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026), Prabowo mengusulkan agar penggunaan atap berbahan ijuk dan rumbai kembali dipertimbangkan sebagai alternatif pengganti atap seng yang kini mendominasi bangunan di berbagai daerah.

Menurut Presiden, material tradisional tersebut bukan sekadar bagian dari budaya Nusantara, tetapi juga dinilai lebih sesuai dengan karakter alam Indonesia yang beriklim tropis, sekaligus lebih ramah lingkungan dan berpotensi lebih baik bagi kesehatan masyarakat.

Baca juga: Natalius Pigai Bela Presiden soal Londo Ireng, Klaim Bukan untuk Wartawan: Prabowo Bilang I Love You

Soroti Dampak Seng Berkarat bagi Kesehatan

Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung penggunaan seng yang selama ini menjadi material umum dalam pembangunan rumah maupun fasilitas umum.

Ia mengingatkan bahwa seng yang telah mengalami korosi atau berkarat dinilai dapat menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap kesehatan manusia.

Karena itu, Presiden mengajak seluruh pihak untuk berani melihat kembali pilihan-pilihan material bangunan yang telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Indonesia.

"Saya kira kita harus berani berpikir kembali. Dari dulu nenek moyang kita tidak pakai seng. Mereka menggunakan ijuk dan rumbai.

Seng itu kalau sudah berkarat bisa tidak baik untuk kesehatan dan dapat menimbulkan penyakit paru-paru," kata Prabowo.

Ijuk dan Rumbai Dinilai Lebih Sesuai dengan Alam Indonesia

Menurut Prabowo, penggunaan atap berbahan ijuk maupun rumbai bukanlah sesuatu yang asing dalam sejarah arsitektur Nusantara.

Material alami tersebut telah digunakan oleh masyarakat sejak lama karena dinilai mampu menyesuaikan diri dengan kondisi geografis Indonesia yang memiliki suhu panas, kelembapan tinggi, serta curah hujan yang besar.

Presiden menilai pemilihan bahan bangunan oleh para leluhur bukan sekadar tradisi, melainkan lahir dari pengalaman panjang dalam memahami karakter lingkungan tempat mereka hidup.

Oleh sebab itu, ia menganggap sudah saatnya nilai-nilai kearifan lokal tersebut kembali dipertimbangkan dalam pembangunan masa kini, terutama ketika isu pembangunan berkelanjutan semakin mendapat perhatian luas.

PIDATO PRESIDEN PRABOWO - Presiden RI Prabowo Subianto
PIDATO PRESIDEN PRABOWO - Presiden RI Prabowo Subianto mengajak pemerintah dan masyarakat mempertimbangkan kembali penggunaan atap berbahan ijuk dan rumbai sebagai alternatif pengganti atap seng saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Kamis (30/7/2026). (Tribun Trends/YouTube Sekretariat Presiden)

Ajak Kepala Daerah Menjaga Keseimbangan Alam

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengajak para gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia untuk tidak hanya berfokus pada percepatan pembangunan, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kemajuan infrastruktur dengan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, apabila tersedia pilihan material yang lebih alami serta sesuai dengan kondisi lingkungan Indonesia, maka tidak ada alasan untuk tidak mulai mendorong penggunaannya.

"Saya mengajak para gubernur, bupati, dan wali kota untuk menjaga alam kita. Kalau bisa menggunakan bahan-bahan yang lebih alami dan lebih sesuai dengan lingkungan kita, kenapa tidak kita dorong," ujarnya.

Baca juga: Mahfud MD Sentil Pola Kebijakan Prabowo: Menkeu Purbaya Kasihan, Harus Jelaskan Uang dari Mana

Modernisasi Tidak Harus Meninggalkan Tradisi

Prabowo menegaskan bahwa gagasan menggunakan kembali material tradisional sama sekali bukan bentuk penolakan terhadap kemajuan teknologi.

Sebaliknya, ia berpandangan bahwa pembangunan modern tetap harus berpijak pada aspek kesehatan masyarakat, ketahanan material terhadap kondisi alam Indonesia, serta nilai-nilai budaya yang telah diwariskan sejak generasi terdahulu.

Menurut Presiden, pembangunan yang baik bukan hanya mengejar kecepatan dan kemegahan, tetapi juga harus mampu menciptakan lingkungan hidup yang sehat sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Wariskan Lingkungan yang Lebih Baik untuk Generasi Mendatang

Selain berbicara mengenai pilihan material bangunan, Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai tanggung jawab bersama.

Ia berharap pemerintah daerah mulai mempertimbangkan penggunaan bahan bangunan yang lebih berkelanjutan apabila kondisi wilayah serta kebutuhan pembangunan memungkinkan untuk diterapkan.

Bagi Prabowo, pembangunan yang berpihak pada lingkungan bukan hanya memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi warisan penting bagi generasi mendatang.

Pesan mengenai penggunaan atap ijuk dan rumbai menjadi salah satu perhatian utama yang disampaikan Presiden saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang.

Di balik peresmian infrastruktur tersebut, Prabowo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk kembali melihat praktik-praktik pembangunan yang lebih selaras dengan karakter alam Indonesia, sehingga kemajuan yang dicapai tetap berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan kearifan lokal bangsa.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.