Aktivitas Gunung Merapi Jumat 31 Juli 2026 Pagi: Teramati 4 Kali Guguran Lava Sejauh 1800 Meter
Muhammad Fatoni July 31, 2026 08:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 4 kali guguran lava ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hingga pagi hari ini, Jumat (31/7/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk laporan pengamatan kegempaan, tercatat 15 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-10 mm dan lama gempa 30.22-151.82 detik.

Selain itu, tercatat pula 21 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-31 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 12.13-57.55 detik.

Serta 8 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 1-20 mm, dan lama gempa 10.5-34.15 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50 meter dari puncak.

Sementara cuaca teramati cerah, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 16.7-18.6°C. Kelembaban 77-89.7 persen. Tekanan udara 873.1-917.1 mmHg.

Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY Jumat 31 Juli 2026: Sleman Berpotensi Hujan Ringan, Jogja Cerah

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.