Wasit Dikejar dan Dikeroyok di Tengah Pertandingan Danlaud Cup, Askab PSSI Purbalingga Buka Suara
muslimah July 31, 2026 10:10 AM

Wasit Dikejar dan Dikeroyok di Tengah Pertandingan Danlaud Cup, Askab PSSI Purbalingga Buka Suara

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Turnamen sepak bola Danlaud Cup di Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, diwarnai insiden.

Seorang wasit menjadi korban pengeroyokan hingga harus dilarikan ke rumah sakit setelah pertandingan antara kesebelasan Andalas FC melawan Gama FC, Kamis (30/7/2026) sore.

Kericuhan bermula saat pertandingan yang berlangsung sengit sejak menit-menit awal memasuki babak kedua. 

Sejumlah pemain dan official tim Andalas melayangkan protes terhadap keputusan wasit Ridho Bekti.

Baca juga: Cerita Calon Perangkat Desa di Pati Harus Sedia Rp 165 juta dalam 1 hari, Jual Motor hingga Utang

Situasi yang semula hanya diwarnai protes kemudian berubah menjadi tidak terkendali hingga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap wasit.

Akibat kejadian tersebut, Ridho Bekti mengalami luka dan langsung dievakuasi menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Emanuel Klampok untuk mendapatkan perawatan medis.

Ketua Umum Askab PSSI Purbalingga, Uut Triyas Yanuar, membenarkan adanya insiden tersebut.

Ia menyayangkan kericuhan yang terjadi karena mencoreng jalannya turnamen.

"Iya benar terjadi insiden tersebut," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (31/7/2026). 

Wasit yang bertugas tidak mengalami luka serius, hanya memar dan terdapat bekas cakaran. 

Sebagai tindak lanjut, Askab PSSI Purbalingga langsung menarik seluruh wasit dan perangkat pertandingan yang bertugas pada turnamen antar kesebelasan tersebut.

Uut kemudian menjelaskan kronologi kejadian secara rinci.

Menurutnya, pertandingan dimulai secara normal sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku. 

Di lokasi pertandingan juga telah disiagakan personel keamanan dari TNI Lanud serta ambulans lengkap dengan awak medis.

Sekitar menit ke-17 saat skor masih 0-0, terjadi pelanggaran di daerah pertahanan Gama FC.

Wasit Ridho Bakti Utomo kemudian mengambil keputusan yang saat itu sebenarnya masih dapat diterima oleh kedua tim, khususnya para pemain.

Namun, setelah keputusan tersebut, Manajer Andalas bersama sejumlah ofisial tim mendatangi meja pertandingan dan melancarkan protes keras karena tidak menerima keputusan wasit.

"Di saat yang hampir bersamaan ketika wasit hendak melanjutkan pertandingan, situasi berubah menjadi kacau.

Suporter Andalas dari luar lapangan maupun dari beberapa penjuru stadion tiba-tiba masuk ke dalam lapangan dan langsung mengejar wasit hingga terjadi aksi pengeroyokan," terangnya. 

Uut menerangkan pada saat kericuhan berlangsung, Asisten Wasit (AW) 2 Rio Wahyu juga sempat menjadi korban pelemparan botol plastik oleh suporter yang tidak dikenal. 

Botol tersebut mengenai bagian kepalanya.

Setelah wasit menjadi korban pengeroyokan, Ridho Bekti segera dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Emanuel Klampok.

Sementara itu, Asisten Wasit 1 dan Asisten Wasit 2 masih bertahan di lokasi pertandingan.

Kedua asisten wasit tersebut sepakat tidak bersedia melanjutkan pertandingan dengan alasan faktor keamanan serta kondisi lapangan yang dinilai sudah tidak kondusif.

Namun demikian, menurut Uut, pihak Andalas FC tetap memaksa panitia pelaksana agar pertandingan dilanjutkan hingga selesai.

Akhirnya pertandingan kembali diteruskan dengan menggunakan wasit yang ditunjuk oleh panitia dari unsur TNI AU. 

Sementara Asisten Wasit dari PSSI tetap melanjutkan tugasnya dalam kondisi yang disebut "dipaksa".

Dalam jalannya pertandingan yang kembali dilanjutkan tersebut, kembali terjadi protes keras terhadap wasit hingga memicu kericuhan lanjutan.

Akibat situasi yang semakin tidak aman, seluruh perangkat pertandingan terpaksa berlari menjauh dari lapangan untuk menyelamatkan diri.

Meski demikian, panitia tetap melanjutkan pertandingan hingga akhirnya laga selesai beberapa detik setelah Andalas berhasil mencetak gol.

Pertandingan kemudian berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan Andalas.

Lebih lanjut, Uut mengatakan Askab PSSI Purbalingga masih menunggu laporan resmi terkait insiden tersebut.

Laporan itu nantinya kemungkinan akan disampaikan kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Apabila laporan resmi telah diterima, Askab PSSI Purbalingga akan mengambil langkah sesuai dengan regulasi yang berlaku. (jti) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.