Naskah Khutbah Jumat 31 Juli 2026: Memetik Hikmah Baik dari Kisah Qorun di Jaman Dulu
Dedy Herdiana July 31, 2026 10:20 AM

TRIBUNPRIANGAN.COM – Kisah Qarun (Qorun) yang diabadikan dalam Al-Qur'an (QS. Al-Qashash: 76-82) merupakan potret nyata tentang bagaimana limpahan harta dapat menjadi ujian keimanan terbesar bagi seorang manusia.

Awalnya, Qarun adalah pengikut Nabi Musa AS yang miskin dan taat beribadah. Namun, setelah doanya dikabulkan dan ia menjadi kaya raya, ia berubah menjadi sangat sombong, kikir, hingga akhirnya diazab oleh Allah SWT.

Berbicara perihal Jumat hari ini, tepatnya di hari Jumat tanggal 31 Juli 2026, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.

Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.

Khusus untuk khutbah pada Jumat hari ini, berikut merupakan naskah khutbah Jumat tanggal 31 Juli 2026 yang sudah TribunPriangan.com lansir dari berbagai sumber tentang "Memetik Hikmah Baik dari Kisah Qorun di Jaman Dulu".

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 31 Juli 2026: Dampak Buruk Perbuatan Maksiat

Khutbah 1

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوْ اللهَ، وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا الْمُنْكَرَاتِ وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْلُوْمَتٍ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 31 Juli 2026 Bertemakan Teknologi: Antara Mudharat dan Manfaat

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah,

Sebagai wujud syukur kita kepada Allah swt seraya berharap segala nikmat senantiasa terus dianugerahkan dalam kehidupan kita, marilah kita menguatkan ketakwaan kepada-Nya dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa mampu menjadi rambu-rambu dalam kehidupan yang akan mengarahkan kita tetap berada di jalan Allah swt. Sehingga takwa harus kita kuatkan di manapun dan kapan pun kita berada, baik dalam kondisi suka maupun duka ataupun sepi maupun ramai.

Rasulullah saw bersabda:

اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Artinya: “Bertakawalah kepada Allah di mana saja kamu berada. Ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya hal itu dapat menghapusnya. Bergaullah dengan sesama manusia dengan akhlak yang baik’,” (HR At-Tirmidzi)

Baca juga: Khutbah Jumat 31 Juli 2026: Mencicipi Judi Online Sama Saja Menjual Kebahagiaan dengan Kehancuran

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah,

Dua pertiga Al-Qur'an berisi kisah-kisah umat terdahulu untuk menjadi iktibar bagi umat kemudian. Ada kisah yang sangat terkenal, yaitu kisah Qarun, seorang yang dianugerahi nikmat kemudian menjaid kufur. Allah swt berfirman:

إِنَّ قارُونَ كانَ مِنْ قَوْمِ مُوسى فَبَغى عَلَيْهِمْ وَآتَيْناهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفاتِحَهُ لَتَنُوأُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ

Artinya: "Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat." (QS. Al-Qashash: 76)

Awalnya ia adalah pengikut Nabiyullah Musa, tidak ada harta apalagi kekuatan. Selanjutnya Allah membukakan pintu rezeki kepadanya berupa harta yang melimpah. Dalam ayat ini, Allah mengingatkan kita betapa kemudian Qarun memisahkan diri dari pengikut Musa. Redaksi ayatnya kemudian memposisikan ia sejajar bersama Firaun dan Hamman. Allah swt berfirman:

وَقَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ ۖ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مُوسَىٰ بِالْبَيِّنَاتِ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ وَمَا كَانُوا سَابِقِينَ

Artinya: "Dan sesungguhnya Musa telah datang kepada mereka (Qarun, Firaun, dan Haman) dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di muka bumi, maka tidaklah mereka luput dari kehancuran'' (QS Al 'Ankabut: 39).

Selanjutnya Qarun pasca menjadi kaya berubah total 180 derajat. Kawan-kawan dekatnya ia jauhi, bahkan ia sudah melupakan Nabiyullah Musa as. Ia telah menjadi hamba yang tidak lagi bersyukur akan nikmat Allah swt. Allah swt berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيددٌ

Artinya: ''Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'' (QS Ibrahim: 7).

Al-Qur'an ingin supaya kita semua belajar dari kisah Qarun, seorang yang Allah anugerahi nikmat kemudian lupa akan semua. Kecongkakannya telah membinasakan dirinya dan menjadi semena-mena kepada yang lemah. Padahal sifat ini bisa membahayakan dan menjatuhkan seseorang ke jurang kehancuran. Bahkan kemudian, Qarun menjual dirinya kepada penguasa yang bernama Firaun, agar membantu kekuasaan Firaun dengan hartanya. Begitu lezat ia berbuat zalim dan sombong sampai kemudian tibalah masanya Allah menghancurkan dia dan seluruh hartanya dalam sekejap. Allah swt berfirman:

فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ

Artinya: "Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (diri),” (QS. Al-Qashash: 81).

Kisah Qarun menjadi iktibar kepada umat Islam saat ini, adakah diri kita berubah sesudah Allah memberi nikmat yang luas, berupa kekayaan, kekuasaan, istri dan anak?. Apakah kita masih tetap sebagai seorang yang dulunya rajin beribadah, mencium tangan orang tua, bertemu dan menyapa sahabat-sahabat seperjuangan, ataukah kita saat ini tak lagi mempraktikkan laku itu?. Maka jangan-jangan sifat Qarun sudah bersemayam dalam hati kita. Naudzubillah min dzalik Betapa banyak sekarang fenomena perceraian, di mana seorang suami berubah sikapnya manakala harta dan kuasanya bertambah. Ia lupa diri dengan berselingkuh, ia lupa jika keberhasilannya juga atas dorongan dan dukungan sang istri. Terjadilah konflik rumah tangga yang berakhir dengan kehancuran dan air mata.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 31 Juli 2026: Rajinlah Mengevaluasi Diri Sebelum datang Hisab Allah SWT

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Orang beriman tak pernah merasa goyah dan berubah baik dia berstatus sebagai seorang miskin maupun kaya. Punya jabatan atau tidak, seorang mukmin tetaplah menjadi mukmin yang mempunyai sifat rendah hati kepada sesama, penyayang, murah hari, pemaaf, saling menolong serta menjadi teladan bagi siapapun. Akhlak ini yang sesungguhnya yang dicontohkan Rasulullah kepada kita sebagai umatnya.

Begitupun ketika dunia Islam dimasuki dengan teknologi dan budaya yang luar biasa. Seorang Mukmin tidak akan berubah, tidak akan membenamkan diri dalam perubahan negatif. Sebaliknya, seorang mukmin akan memanfaatkan perubahan-perubahan dunia untuk kemajuan agamanya.

Baca juga: Teks Khutbah Jumat 31 Juli 2026: Hindari Distraksi Dunia yang Melalaikanmu dari Waktu Beribadah

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Sebagai penutup khutbah ini, kita diingatkan kembali kepada khalifah Bani Umayah, Umar bin Abdul Aziz. Menjelang wafatnya, ia bacakan satu ayat yang menyadarkan diri kita akan hakikat kehidupan kita di dunia ini (Ibnu Katsir, juz, V h. 223):

تِلْكَ الدَّارُ الْاٰخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِيْنَ لَا يُرِيْدُوْنَ عُلُوًّا فِى الْاَرْضِ وَلَا فَسَادًاۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ

Artinya: "Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Kesudahan (yang baik, yakni surga) itu (disediakan) bagi orang-orang yang bertakwa." (QS Al-Qashas; 83).

Mari terus mensyukuri nikmat Allah dengan meningkatkan kualitas ibadah, semoga kita senantiasa mendapatkan petunjuk dari Allah swt. Amin ya Rabbal alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 31 Juli 2026: Dimana Lagi Kau Temukan Tuhan Sebaik Allah SWT

Khutbah 2

اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمِ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.