SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Balai Bahasa Provinsi Aceh menghadirkan tempat khusus untuk menampilkan buku-buku karya Prof. Dr. Sulaiman Tripa M.H., guru besar Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Kamis (30/7/2026).
Pada acara tersebut, Prof. Sulaiman menyerahkan ratusan judul buku, baik buku yang ia tulis maupun buku yang ia sunting. Ia menghibahkan buku-buku tersebut untuk memperkaya koleksi perpustakaan.
Dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, saat pembukaan Pojok Buku Prof Sulaiman Tripa, Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Muhammad Irsan, didampingi Kepala Subbagian Umum Dr. Baun Thoib Soaloon, Sgr., S.Ag., M.Ag., serta Kepala Perpustakaan Helmi Fuad, S.S.
Muhammad Irsan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Prof. Sulaiman kepada Balai Bahasa. Inisiatif ini, menurut Irsan, menjadi contoh nyata bagaimana karya intelektual tidak hanya dipublikasikan, tapi juga diwariskan agar terus memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.
"Kami mengucapkan terima kasih atas sumbangan buku dari Prof Sulaiman Tripa. Koleksi ini akan kami tempatkan secara khusus di Pojok Buku Prof. Sulaiman Tripa sebagai bagian dari upaya memperkaya khazanah literasi dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses karya-karya beliau," ujar Muhammad Irsan.
Baca juga: Sulaiman Tripa: Dari Pantee Raja ke Mimbar Profesor
Irsan menambahkan, Balai Bahasa berencana memindahkan ruang perpustakaan ke lokasi yang lebih mudah dijangkau sehingga dapat menjadi ruang baca yang semakin terbuka bagi masyarakat. Menurutnya, dukungan para penulis dan akademisi sangat penting dalam membangun perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan pembelajaran.
Sementara itu, Prof. Sulaiman Tripa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Balai Bahasa melalui penyediaan rak khusus bagi karya-karyanya.
"Saya berharap buku-buku ini tidak hanya menjadi koleksi, tetapi benar-benar dibaca, dikaji, dan menginspirasi lahirnya penulis-penulis baru di Aceh," ungkap Prof Sulaiman Tripa, yang didampingi Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Provinsi Aceh, Dr Mukhlisuddin Ilyas.
Prof. Sulaiman juga mengajak seluruh ekosistem literasi di Aceh untuk memperkuat kolaborasi. Menurutnya, penulis, penerbit, perpustakaan pemerintah, perpustakaan komunitas, perguruan tinggi, dan pegiat literasi harus bersinergi agar buku semakin dekat dengan masyarakat.
Baginya Prof Sulaiman, membangun peradaban tidak cukup hanya dengan menghasilkan karya, tetapi juga memastikan karya tersebut dapat diakses, dibaca, dan dimanfaatkan oleh publik.
Kehadiran Pojok Buku Prof. Sulaiman Tripa menjadi simbol bahwa pelestarian karya adalah investasi intelektual yang akan terus menyalakan semangat membaca, memperkuat budaya literasi, dan menginspirasi lahirnya kolaborasi baru demi kemajuan Aceh.
Profesor Sulaiman Tripa, lahir di Panteraja (Aceh), 2 April 1976. Menjadi dosen di Universitas Syiah Kuala sejak tahun 2006.
Sulaiman Tripa aktif menulis di suratkabar, majalah, web, jurnal, dan buku. Sesekali menulis novel, novelet, cerita pendek, dan puisi.
Ia Sulaiman Tripa sudah menulis lebih dari 200 buku sendiri dan bersama, fiksi dan, nonfiksi.(*)
Baca juga: Sulaiman Tripa, Penulis Superproduktif dari Aceh