Merebak Meme 'PLN Kalsel Juara Mati Lampu', Curahan Kesal Warga Tala di Tengah Pemadaman Berulang
Irfani Rahman July 31, 2026 10:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI  -Gelombang kekecewaan masyarakat terhadap masih seringnya pemadaman listrik di Kalimantan Selatan kembali mencuat. 

Kali ini, keluhan itu diwujudkan dalam sebuah meme bergambar piala yang merebak di berbagai grup percakapan WhatsApp dan media sosial sejak malam tadi.

Pada meme tersebut tampak sebuah piala dengan tulisan bernada satire; PLN  Juara 1 Kalimantan Selatan dan Terbaik Se-Indonesia Dalam Bidang Mati Lampu. 

Unggahan itu secara cepat menyebar, termasuk di Kabupaten Tanah Laut, dan memantik beragam tanggapan dari masyarakat.

Merebaknya meme tersebut dinilai menjadi cerminan kejenuhan warga yang dalam hampir dua bulan terakhir masih harus menghadapi pemadaman listrik berulang. 

Baca juga: Masuk ke Jantung PLTU Asamasam Tala, Melihat Pemicu Pemadaman Listrik Bergilir di Kalselteng

Baca juga: Haji Endang Ajak Generasi Muda Tanahlaut Tanamkan Kemandirian Lewat Empat Pilar Kebangsaan

Kondisi itu tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak terhadap pelaku usaha, pekerjaan, hingga kegiatan belajar masyarakat.

Kekecewaan publik sebelumnya juga telah diwujudkan melalui aksi demonstrasi di Kota Banjarmasin, Banjarbaru, hingga Kabupaten Tanah Laut yang mendesak adanya solusi nyata atas gangguan kelistrikan yang terus berulang.

Di Tala, aksi demonstrasi terkini kembali dilakukan Himpunan Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa (HPPMTL) ke DPRD Tala, Rabu kemarin.

Salah seorang warga Pelaihari Rahmadi mengatakan pemadaman yang terjadi berulang kali membuat aktivitas usahanya terganggu.

"Kami tidak menuntut yang berlebihan. Yang kami harapkan hanya listrik yang stabil. Kalau terus padam begini, usaha kecil ikut rugi. Meme itu mungkin memang sindiran, tapi saya rasa itu menggambarkan isi hati banyak warga," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Hal senada disampaikan Nurhayati, warga Angsau, Pelaihari. Menurutnya, masyarakat mulai kehilangan kesabaran karena pemadaman sering terjadi tanpa kepastian.

"Kami berharap PLN benar-benar bisa menepati janjinya. Jangan sampai masyarakat terus dibuat menunggu tanpa kepastian kapan kondisi benar-benar normal," katanya.

Sementara itu, Manajemen PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan percepatan penanganan terhadap gangguan sistem kelistrikan yang menjadi penyebab pemadaman di sejumlah wilayah.

PLN menyebutkan berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari perbaikan jaringan, penguatan sistem kelistrikan, percepatan pemeliharaan peralatan, hingga penambahan personel di lapangan agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat.

Manajemen PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. 

Perusahaan menargetkan proses pemulihan sistem dapat rampung pada awal Agustus 2026 sehingga pasokan listrik kembali normal dan lebih andal.

Penegasan itu juga disampaikan Manager ULP PLN Pelaihari Hudaiby Hibban saat audiensi dengan pereakilan massa HPPMTL di gedung DPRD Tala, Rabu kemarin.

Di tengah proses perbaikan tersebut, masyarakat berharap komitmen yang disampaikan PLN benar-benar dapat diwujudkan. Sebab, bagi warga, listrik bukan lagi sekadar kebutuhan pendukung, melainkan menjadi urat nadi berbagai aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, dan kehidupan sehari-hari.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.