TRIBUN-TIMUR.COM - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) memperkuat komitmen terhadap budaya keselamatan kerja melalui pelaksanaan Board of Directors (BOD) Safety Walkdown yang dirangkaikan dengan peresmian HSSE Control Center (HCC) di Kantor PLN UID Sulselrabar, Makassar.
Kegiatan tersebut dipimpin Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra, didampingi Executive Vice President HSSE PT PLN (Persero), Dispriansyah, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, serta dihadiri jajaran manajemen PLN UID Sulselrabar, PLN UIP Sulawesi, dan PLN UIP3B Sulawesi.
BOD Safety Walkdown menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) berjalan konsisten di seluruh lini operasional sekaligus memperkuat budaya keselamatan sebagai nilai utama perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, PLN UID Sulselrabar juga meresmikan HSSE Control Center, pusat kendali yang mengintegrasikan sistem pemantauan implementasi HSSE secara real time. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan, mempercepat identifikasi potensi bahaya, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan keselamatan kerja harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap aktivitas insan PLN, bukan sekadar memenuhi regulasi atau prosedur.
"Melalui HSSE Control Center, implementasi HSSE dapat dipantau secara lebih efektif sehingga potensi bahaya dan risiko dapat diidentifikasi sejak dini serta ditindaklanjuti dengan cepat," ujarnya.
Menurut Edyansyah, penguatan sistem pengawasan tersebut bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh pekerja.
"Harapan kami sederhana, setiap insan PLN dapat bekerja dengan aman dan kembali kepada keluarganya dalam keadaan sehat," katanya.
Sementara itu, Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra, menegaskan pemanfaatan teknologi melalui HSSE Control Center tidak menggantikan fungsi Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tetapi justru memperkuat pengawasan di lapangan.
Menurutnya, teknologi menjadi alat pendukung agar seluruh pekerjaan dapat dipantau secara optimal sehingga risiko keselamatan dapat diminimalkan.
Edwin juga menginstruksikan seluruh unit kerja untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem keselamatan secara berkelanjutan agar setiap potensi risiko dapat dikenali dan dimitigasi sejak dini.
Selain meresmikan HSSE Control Center, jajaran direksi PLN turut meninjau kesiapan Regional Control Center (RCC) UP2B Sistem Makassar dalam menghadapi Audit Sertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) oleh Baharkam Polri.
Peninjauan dilakukan guna memastikan penerapan sistem pengamanan berjalan optimal dalam melindungi objek vital nasional, menjaga keamanan aset dan personel, serta mendukung keandalan pasokan listrik di wilayah Sulawesi.
Melalui BOD Safety Walkdown, pengoperasian HSSE Control Center, dan penguatan Sistem Manajemen Pengamanan, PLN UID Sulselrabar menegaskan komitmennya membangun budaya HSSE Excellence yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan target Zero Harm, Zero Loss, dan Zero Accident, serta memastikan pelayanan kelistrikan yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat.(*)