TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari menyiagakan tiga posko Satgas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang telah aktif beroperasi di wilayah Kabupaten Batang Hari, Jumat (31/7/2026)
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Batang Hari, Solihin, menyampaikan tiga posko utama yang sudah aktif tersebut ditempatkan di titik-titik krusial untuk mempercepat penanganan bencana karhutla.
"Untuk saat ini yang sudah aktif ada tiga posko. Pertama berada di Kantor BPBD Batang Hari, kedua di Tahura, dan yang ketiga di Pemayung. Sementara beberapa posko lainnya masih dalam tahap penyusunan," katanya.
Ia menjelaskan, fungsi utama pembentukan posko-posko ini adalah untuk menanggulangi dan merespon cepat setiap laporan maupun kejadian kebakaran di wilayah sekitar posko.
"Apabila ada laporan atau kejadian, tim yang ada di posko terdekat bisa langsung bergerak cepat memberikan respon di sekitar lokasi," ujarnya.
Terkait potensi kerawanan, ia menegaskan seluruh kecamatan di Kabupaten Batang Hari memiliki tingkat potensi karhutla yang terbilang tinggi.
Namun, penempatan posko di lokasi seperti Tahura dan Pemayung diprioritaskan karena wilayah tersebut masuk dalam status zona merah.
"Penempatan di wilayah itu karena statusnya zona merah, di samping potensi karhutla yang tinggi, di daerah tersebut juga sudah terdeteksi banyak kejadian kebakaran. Selain itu, kami juga sedang berkoordinasi dengan pihak perusahaan (MHS) untuk membuka posko tambahan di wilayah perusahaan," tambahnya.
Untuk operasional harian, BPBD Batang Hari menyiagakan sebanyak 13 personel gabungan di setiap posko yang siap siaga setiap hari.
"Setiap hari ada 13 personel yang standby di posko, terdiri dari unsur BPBD serta dukungan dari TNI dan Polri," tutupnya. (Tribun Jambi/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Batang Hari Gelar Sosialisasi KIE Rawan Bencana, Sekda Ingatkan Warga Waspadai Karhutla
Baca juga: Kronologi Penikaman Pedagang Angso Duo Jambi, Dipicu Uang Rp5 Ribu untuk Keamanan Parkir