Pengumuman, Bandara Tersibuk Kedua Belgia Tutup 3 Bulan
GH News July 31, 2026 12:11 PM
Jakarta -

Bandara Brussels South Charleroi di Belgia akan menghentikan seluruh operasional penerbangan selama hampir tiga bulan pada 2028. Penutupan sementara itu dilakukan untuk mendukung renovasi total landasan pacu serta modernisasi sejumlah fasilitas bandara.

Bandara tersibuk kedua di Belgia itu dijadwalkan tutup mulai 15 Agustus hingga 31 Oktober 2028. Selama 11 pekan tersebut, seluruh penerbangan akan dihentikan agar proyek dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat.

Pengelola bandara menjelaskan renovasi akan difokuskan pada satu-satunya landasan pacu yang telah beroperasi selama sekitar 25 tahun. Renovasi itu akan dikerjakan berbarengan dengan proyek modernisasi infrastruktur lain yang dikelola oleh perusahaan pengelola infrastruktur bandara, SOWAER.

"Renovasi menyeluruh terhadap satu-satunya landasan pacu Bandara Charleroi yang memiliki usia pakai sekitar 25 tahun, bersama sejumlah proyek modernisasi infrastruktur utama lainnya, dijadwalkan berlangsung pada paruh kedua 2028," demikian keterangan pengelola bandara, seperti dilansir dari , Jumat (30/7/2026).

Menurut pengelola, seluruh pekerjaan dilakukan berbarengan agar masa penutupan bandara tidak lebih lama. Bandara juga akan berkoordinasi dengan maskapai, otoritas penerbangan, dan seluruh pihak terkait untuk meminimalkan dampak terhadap operasional dan penumpang.

Data kantor statistik Belgia, Statbel, mencatat sebanyak 11,2 juta penumpang menggunakan Bandara Charleroi sepanjang 2025. Dengan penutupan selama hampir tiga bulan, lebih dari dua juta penumpang diperkirakan akan terdampak.

Media Belgia, RTBF, melaporkan proyek tersebut menelan biaya sekitar 50 juta euro. Investasi itu dinilai penting untuk menjaga kualitas infrastruktur bandara dalam jangka panjang.

"Investasi ini dilakukan untuk memastikan keselamatan, meningkatkan kinerja operasional, serta menjaga daya tarik Bandara Charleroi dalam jangka panjang," kata pengelola bandara.

Meski begitu, rencana penutupan tersebut memunculkan kekhawatiran dari serikat pekerja. Perwakilan SETCa, Alain Goelens, mempertanyakan kepastian seluruh rute penerbangan akan kembali beroperasi setelah renovasi selesai, sekaligus nasib para karyawan yang berpotensi dirumahkan sementara.

"Apa jaminannya semua rute penerbangan akan kembali setelah bandara dibuka lagi? Bagaimana dengan gaji karyawan yang harus dirumahkan sementara? Meski serikat pekerja telah menyampaikan berbagai pertanyaan, hingga kini masih banyak ketidakpastian," ujar Goelens.

Menanggapi hal itu, Menteri Bandara Wilayah Walloon, Cecile Neven, mengatakan persiapan proyek sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Menurutnya, SOWAER dan Bandara Charleroi telah mengkaji renovasi landasan pacu selama bertahun-tahun sebelum akhirnya menyepakati skema pelaksanaan proyek pada November 2024.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.