Sinta Iqbal Sebut Intervensi Desa Berdaya di Lombok Timur Mulai Tunjukkan Hasil Positif
Laelatunniam July 31, 2026 01:20 PM

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Program intervensi serentak Desa Berdaya di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Setelah pendampingan intensif selama 14 hari, lebih dari 75 persen balita sasaran mengalami perbaikan status gizi.

Capaian awal ini menjadi sinyal positif bahwa pendekatan kolaboratif mampu mempercepat penurunan stunting sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

Keberhasilan awal tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta M. Iqbal, saat menghadiri Diseminasi Hasil Capaian Intervensi Serentak Tahap I Desa Berdaya yang dirangkaikan dengan Lomba Balita Sehat di Posyandu Saling Kasih, Desa Lendang Nangka Utara, Kamis (30/7/2026).

Sinta menyampaikan rasa syukurnya atas hasil yang mulai terlihat setelah dua pekan pelaksanaan intervensi. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja sama yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat mampu memberikan dampak nyata terhadap perbaikan status gizi anak.

"Alhamdulillah, sudah mulai terlihat hasil dari intervensi di sektor kesehatan. Mudah-mudahan dalam beberapa bulan ke depan Lendang Nangka Utara bisa keluar dari kategori desa dengan kemiskinan ekstrem," ujarnya.

Meski demikian, Sinta mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut baru merupakan langkah awal. Tantangan berikutnya adalah menjaga agar hasil yang telah dicapai dapat dipertahankan melalui pendampingan yang berkelanjutan terhadap seluruh keluarga sasaran.

"Pendampingan adalah bagian yang paling menantang. Pekerjaan rumah kita sekarang adalah mempertahankan hasil yang sudah dicapai. Masih ada 21 anak yang harus terus didampingi. Jangan sampai anak-anak yang sudah membaik kembali mengalami penurunan berat badan," tegasnya.

Menurut Sinta, penanganan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui pemberian makanan bergizi. Keberhasilannya sangat bergantung pada pola pengasuhan yang baik, keterlibatan ayah, dukungan keluarga, serta lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang anak.

"Yang kita butuhkan adalah lingkungan yang solid. Edukasi tidak hanya diberikan kepada ibu, tetapi juga kepada ayah, keluarga, dan masyarakat. Persoalan stunting tidak bisa diselesaikan secara sektoral," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran ayah dalam memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi.

"Jangan hanya ibunya yang bekerja. Ayah juga harus hadir memastikan anak mendapatkan gizi yang baik," ujarnya.

Pandangan tersebut diperkuat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Lalu Hamzi Fikri, yang menilai pendekatan terpadu di Desa Lendang Nangka Utara memiliki potensi menjadi model percepatan penurunan stunting di daerah lain.

Menurutnya, keberhasilan program harus diikuti dengan penyelesaian berbagai faktor penyebab stunting, seperti tingginya angka perkawinan anak, sanitasi yang belum memadai, serta perubahan perilaku hidup sehat yang memerlukan kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozy, mengungkapkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan lebih dari 75 persen balita sasaran mengalami perkembangan status gizi yang positif setelah mengikuti intervensi selama dua pekan.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa model pendampingan yang diterapkan di Desa Lendang Nangka Utara layak dikembangkan di desa-desa lain sebagai bagian dari percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lombok Timur.

Keberhasilan program juga tidak terlepas dari dedikasi para kader Posyandu yang secara aktif melakukan pendampingan kepada keluarga sasaran. Mereka tidak hanya memberikan pelayanan di Posyandu, tetapi juga mendatangi rumah-rumah warga ketika balita tidak hadir, sehingga proses pemantauan pertumbuhan dan edukasi keluarga tetap berjalan secara berkesinambungan.

Melalui Program Desa Berdaya, Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong penanganan stunting yang tidak hanya berfokus pada intervensi kesehatan, tetapi juga mengintegrasikan pemberdayaan keluarga, penguatan peran masyarakat, dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Keberhasilan awal di Desa Lendang Nangka Utara diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai wilayah, sehingga semakin banyak anak tumbuh sehat, semakin banyak keluarga yang berdaya, dan target penurunan stunting di Nusa Tenggara Barat dapat tercapai secara berkelanjutan.

Baca juga: Sekda Lombok Timur Apresiasi Program Desa Berdaya untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.