TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Rumah milik seorang penyandang disabilitas, Nahni Burhan (54), di Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), bakal direhabilitasi.
Rumah yang kondisinya nyaris roboh itu sebelumnya sempat viral lantaran Nahni Burhan gagal mendapatkan bantuan bedah rumah.
Meski rumah tersebut sudah tidak layak huni, Nahni Burhan tidak masuk sebagai penerima bantuan karena terkendala persyaratan administrasi.
Baca juga: Viral Rumah Nyaris Roboh Kanwil KemenHAM Sulbar Turun Tangan Bantu Disabilitas di Darma Polman
Baca juga: Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk, Disabilitas di Darma Polman Batal Dapat Bantuan Bedah Rumah
Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, Pertanahan, dan Perhubungan (Disrumkintanhub) Polman, Andi Afandi Rahman, mengatakan rehab rumah Nahni Burhan akan dilakukan melalui program Paket Merdeka HUT RI ke-81.
Program tersebut menggunakan skema Corporate Social Responsibility (CSR) melalui gerakan Siballi Parri Mappecoai Boyang (Sipa Macoa) edisi Bedah Rumah Semarak Kemerdekaan (BERSEDEKA) HUT RI ke-81.
"Sebenarnya program rehab rumah milik Ibu Nahni Burhan ini sudah diusulkan sejak beberapa tahun lalu, tetapi terkendala persyaratan," kata Andi Afandi Rahman kepada wartawan.
Karena terkendala persyaratan, pemerintah daerah memilih menggunakan skema CSR untuk membantu rehabilitasi rumah Nahni Burhan.
Program tersebut melibatkan sejumlah perusahaan pengembang perumahan dan pihak swasta lainnya.
Gerakan Sipa Macoa edisi BERSEDEKA HUT RI ke-81 dikhususkan untuk membantu masyarakat kurang mampu melalui program bedah rumah sebagai kado peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Andi Afandi mengatakan, pekerjaan rehab rumah tersebut akan segera dimulai.
Ia berharap pada Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, rumah tersebut sudah dapat ditempati.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, program ini juga diharapkan memperkuat semangat gotong royong dalam membantu warga yang membutuhkan.
Rumahnya yang berada di pinggir Jalan Poros Polman-Mamasa batal mendapatkan bantuan bedah rumah.
Padahal, rumah tersebut telah didata dan dikunjungi petugas pendataan program bedah rumah.
Namun, nama Nahni Burhan tidak masuk sebagai penerima bantuan.
Kondisi rumah berukuran sekitar 4x2 meter itu memang memprihatinkan. Sejumlah bagian rumah, termasuk tiang dan teras, terlihat sudah miring dan berisiko roboh.
Nahni Burhan yang tinggal seorang diri tidak dapat memenuhi persyaratan penerima bantuan karena tidak memiliki kepala keluarga.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli