Target Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi
Haorrahman July 31, 2026 03:42 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Tim nasional balap sepeda Indonesia nomor BMX terus meningkatkan intensitas latihan menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Jepang, September mendatang. Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Tim Indonesia Cycling ini dilakukan di Sirkuit Internasional BMX Supercross Banyuwangi.

Ketua Kontingen (Chef de Mission/CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu pun hadir langsung ke Banyuwangi untuk memotivasi serta memastikan kesiapan fisik dan mental para atlet balap sepeda Merah Putih. 

Saat hadir di Banyuwangi pada Kamis (30/7/2026), Todo didampingi Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Indonesia Cycling Federation (ICF) Jadi Rajagukguk, Tim Analis Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Tim Analis dari Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), serta Pemkab Banyuwangi.

Baca juga: Usai Supercross Lanjut Kejurnas, Sirkuit BMX Banyuwangi Bawa Berkah Bagi Ekonomi Warga 

"Saya cukup takjub melihat tempat latihan BMX di Banyuwangi. Ini sudah sangat proper sekali. Treknya sangat mendukung untuk persiapan teman-teman atlet yang akan bertanding di Asian Games," kata Todo.

Selain itu, Todo menambahkan, keberadaan trex BMX di Banyuwangi jadi investasi jangka panjang dalam membina bibit-bibit unggul BMX Tanah Air, termasuk menyongsong gelaran SEA Games 2027 mendatang.

"Saya tadi ngobrol sama Pak Sekjen (ICF), latihan di sini bukan hanya untuk Asian Games saja, tetapi mempersiapkan bibit atlet BMX kita ke depan, dan juga bagian dari persiapan menuju SEA Games tahun depan," ungkap Todo.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat ICF, Jadi Rajagukguk menambahkan, Kemenpora menargetkan empat medali emas untuk tim cycling Indonesia. Satu emas di antaranya pada cabang sepeda nomor BMX. 

"Namun, target dari federasi sendiri kami membidik lebih dari satu emas. Maka, mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar tim cycling Indonesia memberikan yang terbaik di Asian Games," kata Jadi.

Baca juga: Taklukkan Juara Asia, Timnas Indonesia Kawinkan Gelar Juara Banyuwangi BMX Supercross 2026

Untuk merealisasikan misi tersebut, ICF memusatkan tujuh Timnas BMX terbaiknya di Banyuwangi untuk berlatih ekstra. Sirkuit BMX Banyuwangi memiliki lintasan panjang track 465 meter, serta obstacle 4 high jump. Sirkuit ini juga dilengkapi dua start gate ketinggian 5 dan 8 meter, serta 7 line dan telah berstandar olimpiade.

Secara keseluruhan, kata Jadi, kontingen balap sepeda Indonesia berencana mengirim 21 atlet sepeda dan tujuh pelatih ke ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Sebagai bagian dari strategi mematangkan taktik dan mental bertanding, para penggawa BMX Indonesia juga terus digembleng lewat serangkaian uji coba (try out) internasional di luar negeri, mulai dari Australia, Jepang, hingga Malaysia. 

"Kita harapkan dengan mengikuti try out single event di luar negeri ini bisa memberikan pengalaman, jam terbang mereka yang sudah biasa mengikuti kompetisi bersama atlet-atlet di tingkat Asia," tambahnya.

Di arena latihan, dua srikandi BMX Indonesia, Jasmine Azzahra Setyobudi dan sang peraih emas Asian Games sebelumnya, Amellya Nur Sifa, menegaskan kesiapannya untuk kembali mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi.

Baca juga: Banyuwangi BMX Supercross Resmi Bergulir, Perkuat Posisi Indonesia di Balap Sepeda Internasional

Kendati harus menjalani porsi latihan intensif hingga enam hari dalam seminggu, rasa lelah tak melunturkan fokus mereka. Jasmine mengungkapkan kondisi tim saat ini berada dalam motivasi tinggi, sementara Sifa menegaskan ambisinya untuk mempertahankan takhta juara.

"Persiapan sejauh ini sudah cukup matang, tinggal menjaga konsistensi performa. Target pribadi saya tentu ingin mempertahankan medali emas dan memberikan hasil luar biasa untuk Indonesia," tegas Sifa penuh percaya diri. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.