Laporan wartawan TribunPapuaBarat.com, Frans Tiwan
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Polda Papua Barat memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul prediksi menguatnya fenomena El Niño pada 2026.
Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi nasional melalui Zoom Meeting yang dipimpin Wakapolri dan diikuti Wakapolda Papua Barat, bersama jajaran dari Ruang Vicon Lantai 2 Polda Papua Barat, Kamis (30/7/2026).
Rapat tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Kepala BMKG Manokwari, Tim Basarnas Papua Barat, pejabat utama (PJU) Polda Papua Barat, serta para perwira menengah dan perwira pertama Polda Papua Barat.
Dalam arahannya, Wakapolri mengatakan koordinasi kesiapsiagaan menghadapi El Niño sebenarnya telah dilakukan sejak April 2026.
Baca juga: Polisi Amankan Tiga Pelajar di Kasus Pembobolan SMA Sanawesen Teluk Bintuni
Menurut Wakapolri, El Niño tahun 2026 diperkirakan berkembang dengan intensitas kuat hingga akhir tahun dan berpotensi berlanjut sampai awal 2027.
Kondisi tersebut diperkirakan mengakibatkan penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, krisis air bersih, gangguan kesehatan masyarakat, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan nasional.
"Berdasarkan data BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau sehingga seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan harus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah mitigasi sejak dini," ujarnya.
Wakapolri menyebut puncak ancaman kebakaran hutan dan lahan diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.
Untuk itu, Presiden Republik Indonesia telah menginstruksikan seluruh instansi terkait memperkuat mitigasi nasional, meningkatkan kesiapsiagaan daerah, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air, memperkuat penanganan karhutla, memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak, serta mengintensifkan edukasi kepada masyarakat.
Baca juga: Kantah Fakfak Raih Peringkat III Penilaian Laporan Keuangan UAKPA 2025
Ia menegaskan Polri memiliki peran penting dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi, patroli, pemantauan titik panas (hotspot), koordinasi lintas sektor, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Selain penegakan hukum, Polri juga terus mengedepankan langkah preventif melalui program Green Policing, Jambore Karhutla, serta kampanye kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Sementara itu, Kepala BMKG Manokwari menyampaikan puncak El Niño diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026 sehingga seluruh pihak perlu meningkatkan upaya mitigasi.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, terdapat tiga wilayah di Papua Barat yang menjadi titik rawan kebakaran hutan dan lahan, yakni wilayah Bomberay dan Tomage di Kabupaten Fakfak, Ransiki di Kabupaten Manokwari Selatan, serta Anggi di Kabupaten Pegunungan Arfak.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat mengatakan pihaknya segera melakukan verifikasi terhadap data titik panas sebagai dasar penanganan di lapangan.
Selain itu, Dinas Kehutanan akan memperkuat upaya pencegahan melalui kampanye kesadaran masyarakat, termasuk membentuk Masyarakat Anti Api (MAA) di daerah rawan kebakaran.
Menindaklanjuti hasil rapat tersebut, Wakapolda Papua Barat menginstruksikan Roops Polda Papua Barat agar segera mengintegrasikan aplikasi SIPONGI milik Kementerian Kehutanan ke dalam Command Center Polda Papua Barat guna mempercepat identifikasi dan pemantauan titik panas.
Wakapolda juga meminta Direktorat Samapta meningkatkan patroli di wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran sebagai langkah deteksi dini.
Sementara Ditbinmas diminta mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla dan pentingnya menjaga lingkungan.
Di bidang komunikasi publik, Bidhumas Polda Papua Barat diarahkan menyusun strategi edukasi melalui podcast, penyebaran pesan massal melalui WhatsApp bekerja sama dengan penyedia layanan telekomunikasi, serta menggandeng TVRI untuk mengampanyekan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Wakapolda berharap sinergi seluruh instansi bersama masyarakat mampu menekan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau sehingga dampak El Niño di Papua Barat dapat diminimalkan. (*)