Sarang Tawon Raksasa Kembali Muncul di Gedung Pemkab Ponorogo, Evakuasi Berlangsung Dramatis
Samsul Arifin July 31, 2026 04:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Kemunculan sarang tawon berukuran besar di sisi luar lantai 7 Gedung Graha Krida Praja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa Timur, kembali memicu kekhawatiran di kalangan aparatur sipil negara (ASN).

Lokasi sarang yang berada tepat di luar ruang kerja Bidang Koperasi Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperdagkum) dinilai berpotensi membahayakan aktivitas pegawai.

Keberadaan sarang tawon tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ponorogo. Petugas diterjunkan untuk melakukan evakuasi karena posisi sarang berada di ketinggian dan sulit dijangkau dari dalam gedung.

Proses evakuasi berlangsung dramatis pada Jumat (31/7/2026). Petugas harus bekerja ekstra hati-hati mengingat akses menuju sarang hanya bisa dilakukan melalui jendela lantai 7, sehingga membutuhkan teknik khusus agar proses pemindahan berjalan aman.

Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut. Sebelumnya, petugas Damkar juga pernah mengevakuasi sarang tawon di titik yang sama.

Kemunculan kembali sarang tersebut membuat para pegawai berharap penanganan dapat dilakukan secara tuntas agar tidak mengganggu aktivitas perkantoran.

Meski tidak sampai menimbulkan korban, keberadaan sarang tawon di lingkungan gedung pemerintahan menjadi perhatian karena berisiko mengancam keselamatan pegawai maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Baca juga: Lelang Barang Rampasan, Kejari Ponorogo Raup Rp77,5 Juta, Sudah Capai 55 Persen Target Tahunan

Evakuasi Terkendala Akses, Petugas Hanya Bisa Masuk Lewat Jendela

Pantauan TribunJatim.com, petugas Damkar dan Penyelamatan Satpol PP mendatangi lokasi sarang tawon raksasa yang berada di sisi luar ruang Kabid Koperasi Disperdagkum, lantai 7 Gedung Graha Krida Praja.

Proses evakuasi berlangsung dramatis karena posisi sarang berada di bagian luar gedung dengan akses yang sangat terbatas. Awalnya petugas menggunakan tongkat untuk menjangkau sarang, kemudian melakukan penyemprotan menggunakan BBM jenis pertalite.

"Evakuasinya sangat sulit sekali dikarenakan akses untuk mengevakuasi itu cuma lewat jendela. Jadi agak sulit. Perlu waktu 30 menit," ungkap salah satu petugas Damkar dan Penyelamatan Satpol PP, Hari Purnomo, Jumat siang.

Ia menjelaskan, petugas menggunakan semprotan berisi BBM jenis pertalite untuk mengusir tawon dari sarangnya.

"Jadi disemprot begitu," urainya.

Hari mengatakan, kejadian tersebut bukan yang pertama kali terjadi.

"Ini yang kedua kalinya, Mbak. Sama, lokasinya sama di situ juga. Persis sama, hla wong yang kemarin evakuasi juga grup kami," tegasnya.
Menurutnya, sarang yang dievakuasi merupakan sarang tawon madu yang dinilai berpotensi membahayakan. 

"Dikatakan membahayakan, ya membahayakan," paparnya.

ASN Mengaku Khawatir, Sarang Tawon Pernah Muncul di Lokasi yang Sama

Kabid Koperasi Disperdagkum, Sri Rohani, membenarkan bahwa kemunculan sarang tawon raksasa tersebut merupakan yang kedua kalinya di sisi luar ruang kerjanya.

"Kalau tawon itu muncul kedua kalinya kapan, saya persisnya kurang tahu ya, Mbak. Artinya, akhir-akhir ini saya tuh pernah ada salah satu tawon yang masuk, gitu. Seperti itu pada saat pagi, saya baru datang. Saya juga nggak mikir kalau di tempat di sebelah saya tuh ada tawon. Jadi saya, ya aman-aman, tenang-tenang saja gitu loh," katanya.

Ia mengatakan, beberapa waktu sebelumnya petugas Damkar juga pernah melakukan penanganan terhadap sarang tawon di lokasi tersebut.

"Diusir sama pemadam, nggih. Itu kalau nggak salah waktu itu dibakar gitu, Mas. Itu di sebelahnya, terus yang ini muncul di sebelahnya lagi, gitu. Iya, seperti itu," paparnya.

Karena khawatir tawon masuk ke ruang kerja dan membahayakan pegawai, pihaknya kembali meminta bantuan petugas Damkar dan Penyelamatan Satpol PP.

"Kan juga, ya sak tenang-tenange kan ya pasti kita takut ya kalau, nggih khawatir kalau suatu saat dia bisa masuk ke ruangan saya," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.