PDI Perjuangan Sikka Kritik Pidato Bupati JPYK, Dorong Pembangunan yang Langsung Dirasakan Rakyat
Nofri Fuka July 31, 2026 05:47 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan DPRD Kabupaten Sikka menilai Pidato Pengantar Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2027 yang disampaikan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago (JPYK) belum memberikan evaluasi yang memadai terhadap capaian pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan, Darius Evensius, dalam Rapat Paripurna V Masa Sidang II dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi terhadap Pidato Pengantar Bupati Sikka tentang Rancangan KUA PPAS Tahun 2027 di Gedung DPRD Kabupaten Sikka, Jumat (31/7/2026).

Menurut Darius, pidato pengantar tersebut lebih banyak menguraikan konsep ideal mengenai perencanaan, tata kelola dan penganggaran, namun belum cukup menggambarkan sejauh mana manfaat pembangunan telah dirasakan masyarakat.

Fraksi PDI Perjuangan menegaskan masyarakat Sikka tidak hanya membutuhkan angka statistik maupun dokumen perencanaan, tetapi membutuhkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan sehari-hari.

 

Baca juga: PDI Perjuangan Soroti Arah Ekonomi Sikka, Dorong Pertanian dan Infrastruktur Jadi Prioritas

 

 

 

"Rakyat Sikka menunggu hadirnya jalan yang layak dilalui, air bersih yang mengalir, pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau," ujar Darius.

Selain itu, masyarakat juga membutuhkan sekolah berkualitas, harga hasil pertanian yang memberikan keuntungan bagi petani, serta lapangan kerja yang mampu membuka harapan bagi generasi muda.

"Fraksi PDI Perjuangan berpandangan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat diukur hanya dari tingginya target pertumbuhan ekonomi ataupun banyaknya dokumen perencanaan yang disusun," tegas Darius.

Politisi asal Kecamatan Nele itu mengatakan pembangunan baru memiliki arti apabila benar-benar memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

PDI Perjuangan menilai masyarakat tidak hidup dari angka-angka statistik, melainkan dari kebijakan pemerintah yang mampu menjawab kebutuhan dan persoalan mereka setiap hari.

Sidang tersebut dipimpin Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi dan dihadiri Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi. (Moa) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.