5 Fakta Pohon Baobab, Tanaman Asli Afrika yang Tumbuh di Taman Ria Rio Jakarta
GH News July 31, 2026 06:12 PM
Jakarta -

Ternyata Jakarta memiliki pohon yang tak biasa. Di Taman Ria Rio, Jakarta Timur, tumbuh pohon baobab yang kini menjadi ciri khas dan daya tarik utama, bahkan jadi sebutan taman itu.

Adalah pohon baobab yang bikin Taman Ra Rio juga dikenal sebagai Taman Baobab. Batangnya yang besar dengan bentuk unik membuat banyak pengunjung datang untuk berfoto. Tak sedikit pula yang penasaran dengan asal-usul pohon raksasa tersebut.

Di balik penampilannya yang mencolok, baobab ternyata menyimpan banyak fakta menarik.

Fakta Baobab:

1. Tempat Asal Pohon

Baobab merupakan pohon dari genus Adansonia yang hanya memiliki delapan spesies di dunia. Enam spesies berasal dari Madagaskar, satu spesies tumbuh di daratan Afrika, dan satu spesies lainnya berasal dari Australia.

Tak heran bila baobab identik dengan lanskap sabana Afrika. Namun kini masyarakat Jakarta juga bisa melihatnya secara langsung di Taman Ria Rio.

2. Dijuluki Pohon Terbalik

Saat musim kemarau yang panjang, baobab menggugurkan seluruh daunnya. Yang tersisa hanyalah batang besar dengan cabang-cabang gundul yang menjulur ke berbagai arah.

Sekilas bentuknya tampak seperti akar yang menjulang ke langit. Karena itulah baobab sering dijuluki sebagai atau pohon yang terlihat seperti ditanam terbalik.

3. Batangnya Bisa Menyimpan Air

Kendati terlihat seperti pohon biasa, baobab sebenarnya termasuk tumbuhan sukulen berukuran raksasa. Saat musim hujan, batangnya yang tebal dan bertekstur seperti spons akan menyerap serta menyimpan cadangan air untuk bertahan selama musim kering.

Satu pohon baobab dewasa bahkan mampu menyimpan hingga sekitar 120 ribu liter air. Cadangan air itu juga dimanfaatkan satwa liar. Ketika kekeringan melanda, gajah diketahui dapat mengelupas kulit batang baobab untuk mendapatkan jaringan bagian dalam yang masih lembap.

4. Umurnya Bisa Mencapai Ribuan Tahun

Baobab dikenal sebagai salah satu pohon tertua di dunia. Batangnya yang berongga dan tidak memiliki lingkaran pertumbuhan seperti pohon pada umumnya membuat para ilmuwan menentukan usianya menggunakan metode penanggalan karbon. Hasilnya menunjukkan sejumlah baobab berusia antara 1.000 hingga 3.000 tahun.

5. Batangnya Pernah Jadi Penjara hingga Bar

Seiring bertambah usia, bagian dalam batang baobab akan membentuk rongga alami yang sangat besar. Ruang tersebut telah dimanfaatkan manusia selama berabad-abad sebagai rumah, kantor pos, halte bus, bahkan penjara.

Salah satu yang paling terkenal adalah Sunland Baobab di Afrika Selatan yang sempat memiliki sebuah bar lengkap dengan meja dan keran minuman di dalam batang pohonnya.

Saksikan Live DetikSore:

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.