Bukannya membawa kenangan indah, kunjungan ke Taj Mahal justru berakhir petaka. Wisatawan Korea Selatan bernama Kim Mihye terluka setelah diserang monyet, sudah begitu ambulans yang datang terlambat.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (27/7/2026) di dekat Gerbang Timur Taj Mahal. Saat itu, Kim datang bersama suaminya. Mereka masuk dengan tiket yang sudah dibeli secara online.
Dikutip dari , Jumat (31/7) dari keterangan petugas, suami Kim sedang mengambil penutup sepatu dan air minum gratis yang disediakan bagi wisatawan mancanegara pemegang tiket khusus. Sementara itu, Kim menunggu di luar.
Nah, saat itulah tiba-tiba seekor monyet menyerang dan menggigit siku kirinya hingga berdarah.
Petugas Central Industrial Security Force (CISF) yang berjaga di pintu masuk langsung memberikan bantuan. Kim kemudian dibawa ke pusat layanan kesehatan di kawasan Taj Mahal untuk mendapatkan pertolongan pertama sembari menunggu ambulans datang.
Namun, ambulan yang telah dihubungi tak kunjung tiba. Demi mempercepat penanganan, petugas akhirnya membawa Kim ke rumah sakit swasta terdekat menggunakan e-rickshaw atau kendaraan listrik roda tiga.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan Kim berjalan sambil memegangi lengannya yang terluka. Beberapa warga tampak mendampinginya menuju fasilitas kesehatan.
Archaeological Survey of India (ASI) membenarkan adanya keterlambatan ambulans. "Ada keterlambatan ambulans tiba di lokasi setelah dipanggil. Kami telah mengirimkan surat kepada Chief Medical Officer terkait hal tersebut," keterangan ASI.
Asisten Konservasi Senior ASI, Qalandar, mengatakan timnya langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan. Ambulan dari dinas kesehatan juga segera dihubungi, tetapi pengemudinya baru tiba hampir satu jam setelah panggilan darurat dilakukan.
[Gambas:Instagram]
Menurut Qalandar, keterlambatan tersebut merupakan kelalaian serius. ASI telah menyusun laporan terkait pengemudi ambulans dan mengirimkannya kepada Chief Medical Officer (CMO) Agra agar kasus itu ditindaklanjuti.
Insiden tersebut sekaligus kembali mengangkat persoalan banyaknya monyet liar di sekitar Taj Mahal. Qalandar mengatakan ASI sebenarnya telah bersurat kepada Pemerintah Kota Agra sekitar sebulan lalu untuk menangkap dan memindahkan monyet serta anjing liar dari kawasan tersebut.
Namun hingga kini belum ada langkah yang dinilai efektif, sehingga keselamatan wisatawan di salah satu destinasi paling populer di India itu kembali menjadi perhatian.





