BPOM Beri Waktu 2 Tahun bagi Pelaku Usaha Terapkan Label Nutri Level
GH News July 31, 2026 06:12 PM
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) memberikan masa transisi selama dua tahun bagi pelaku usaha untuk menerapkan pelabelan Nutri Level pada produk pangan olahan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan kebijakan tersebut mempertimbangkan kondisi pelaku usaha yang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan berbagai aspek produksi, termasuk mengganti desain kemasan yang memerlukan biaya besar.

"Ini perlu karena tentu ini jelas kepada pelaku usaha. Karena pasti misalnya dia harus mengganti kemasan, itu biayanya besar. Selain mengganti kemasan, kita mengerti betul teman-teman di dunia usaha juga tentu agak rigid," kata Taruna kepada awak media di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Karena itu, BPOM memberikan masa transisi sebelum aturan diterapkan secara penuh.

"Oleh karena itu, yang kita pastikan ada grace period-nya," ujarnya.

"Tapi tentu prosesnya sekarang ini, launching hari ini untuk proses kita menyampaikan ke publik, supaya sekaligus sosialisasi, supaya siap-siap," pungkasnya.

Sebelumnya, BPOM resmi menerbitkan Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2026 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan. Dalam aturan terbaru ini, BPOM menerapkan skema Nutri-Level menggunakan kombinasi warna dan huruf abjad untuk memperjelas kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) pada kemasan pangan olahan.

Taruna menegaskan, aturan ini diterbitkan untuk merespons tingginya angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia yang mencapai 75 persen, yang erat kaitannya dengan pola konsumsi GGL berlebih.

"Ada data 22 juta penduduk kita menderita diabetes. Kalau dihitung dengan yang pre-diabetes, jumlahnya mencapai 31 juta. Jadi, lebih dari 10 persen penduduk kita menderita diabetes, itu fakta," ujarnya.

Sebelum mengesahkan skema ini, BPOM telah mempelajari penerapan Nutri-Level di berbagai negara seperti Australia, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, hingga Eropa yang mengacu pada European Food Safety Authority. Hasil studi menunjukkan bahwa kombinasi indikator visual warna dan huruf adalah skema yang paling cocok diterapkan di Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.