Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Unggahan di media sosial yang menunjukkan pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal dan gedung perkantoran menjadi viral.
Meski begitu, Polda Metro Jaya terus memantau perkembangan situasi, termasuk berbagai informasi mengenai rencana demonstrasi yang beredar di media sosial.
Budi menegaskan, berdasarkan koordinasi dengan Kodam Jaya/Jayakarta, kondisi kamtibmas di Jakarta dan sekitarnya masih aman dan terkendali.
Baca juga: Viral Pagar Tinggi di Mal Kota Kasablanka Jaksel, Ini Kata APPBI
"Tetapi tidak berhenti di situ, Polda Metro Jaya melalui direktur-direktur operasional tetap melakukan pemantauan secara dunia maya digital. Itu melalui Dir Res Siber, termasuk Dir Reskrimum. Kita akan melihat flyer-flyer ataupun ajakan-ajakan, ini hanya sekadar lempar flyer atau memang akan ada gelombang aksi," tuturnya.
"Kami juga akan berkoordinasi dari analisa perkiraan intelijen terkait tentang situasi terkini. Tetapi perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan. Ini berkat kerja sama Polda Metro Jaya dengan Kodam Jaya. Jadi menciptakan rasa aman itu bukan menjadi tanggung jawab satu
institusi, tapi berbagai institusi termasuk dari masyarakat," sambung dia.
Budi menambahkan, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri telah instruksikan pembentukan tim preventive strike yang melibatkan sejumlah direktorat operasional untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Selain itu, patroli juga ditingkatkan di wilayah penyangga, seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang.
"Jadi sudah melakukan mitigasi awal apabila ada kelompok-kelompok yang mencoba membuat kerusuhan, membuat situasi tidak nyaman dan aman di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk wilayah-wilayah penyangga, akan dilakukan tindakan tepat, tegas, dan terukur," ucapnya.
"Jadi angkah-langkah mitigasi juga sudah dilakukan. Begitu juga tadi dilakukan upaya-upaya peningkatan patroli baik itu skala kecil, sedang, maupun besar di wilayah-wilayah penyangga, misalnya di wilayah Bekasi, Depok dengan Jawa Barat, wilayah Tangerang dengan wilayah Banten. Ini terus dilakukan," lanjut Budi.
Dalam unggahan yang beredar, disebutkan setelah Mal Pakuwon di Surabaya memasang pagar tinggi, Mal Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta juga terlihat melakukan hal serupa.
Pengunggah menyebut area depan Mal Kota Kasablanka yang sebelumnya tidak dipasangi pagar kini telah dipasang pagar dengan ukuran lebih tinggi.
Unggahan tersebut juga menyinggung Menara Bank BNI di Jakarta yang disebut telah memasang pagar dengan tinggi sekitar tiga meter.
Narasi yang beredar kemudian mempertanyakan apakah pemasangan pagar di sejumlah lokasi tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi tertentu.
Namun, hingga saat ini belum diketahui apakah pemasangan pagar di masing-masing lokasi memiliki keterkaitan atau dilakukan karena alasan yang sama.
Pemasangan pagar itu jadi perhatian publik usai diunggah akun Instagram @jakarta_siders dengan keterangan, "Area Depan Mall Kota Kasablanka Dipasang Pagar Tinggi! Kira-kira Ada Apa ya?".
Warta Kota pun kemudian mendatangi Mal Kota Kasablanka pada Jumat siang pukul 11.00 WIB.
Pantauan Warta Kota di lokasi, pagar yang dipasang berada di area depan Mal Kota Kasablanka, tepatnya di dekat pintu masuk kendaraan dari Jalan Raya Casablanca.
Pagar tersebut merupakan pagar logam vertikal atau pagar bilah yang memiliki bagian atas menyudut dan lancip serta sisi yang dibuat serong untuk menyulitkan orang memanjat.
Pagar berwarna abu-abu itu memiliki tinggi sekitar 2,5 meter.
Hingga Jumat siang, pagar yang telah terpasang membentang sekira 100 meter, mulai dari area dekat pintu masuk kendaraan hingga mendekati pintu keluar kendaraan.
Di depan pagar tinggi Mal Kokas, ada dua karangan bunga.
Sementara itu, bagian lain di area depan mal belum dipasangi pagar serupa.
Sejumlah titik hanya menggunakan pagar kaca dengan tinggi kurang dari satu meter yang lebih mengedepankan aspek estetika.
Pagar tinggi tersebut disebut baru dipasang baru kurang dari seminggu.
"Kalau enggak salah seminggu kurang," kata karyawati coffee shop di dalam Kokas yang enggan sebutkan nama, kepada Warta Kota, Jumat.
Namun, ia tak mengetahui secara pasti alasan pemasangan pagar tinggi.
"Kurang tahu ya, itu mungkin dari atasnya," tuturnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja mengatakan, pemasangan pagar di pusat perbelanjaan bukan merupakan hal baru.
Menurut dia, banyak pusat perbelanjaan yang telah dilengkapi pagar sejak awal dibangun.
"Jika sekarang ada beberapa pusat perbelanjaan yang baru mulai memasang pagar adalah lebih dikarenakan untuk kepentingan ketertiban saja," kata Alphonzus saat dikonfirmasi, Jumat.
Ia menjelaskan, terdapat pusat perbelanjaan yang berlokasi di kawasan yang kerap dilintasi atau berdekatan dengan lokasi aksi demonstrasi sehingga pengelola memerlukan batas atau perimeter yang jelas untuk menjaga ketertiban.
"Ada juga pusat perbelanjaan yang berlokasi di mana sering dilintasi ataupun berdekatan dengan lokasi demonstrasi, yang mana pengelola memerlukan batas ataupun perimeter yang jelas untuk kepentingan ketertiban," ujarnya.
Saat ditanya apakah pemasangan pagar berkaitan dengan kekhawatiran terhadap dampak perlambatan ekonomi, seperti potensi penjarahan atau gangguan keamanan lainnya, Alphonzus membantah anggapan tersebut.
"Tidak demikian," katanya. (m31)