Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajuddin merespons cepat keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran limbah PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS) yang ramai diperbincangkan.
Dugaan pencemaran tersebut disebut berdampak terhadap warga Desa Pasar Pino, Kecamatan Pino Raya. Akibat musim kemarau, sebagian warga memanfaatkan aliran Sungai Air Selali untuk mandi sehingga sekitar 800 kepala keluarga (KK) dilaporkan mengalami keluhan gatal-gatal. Namun, dugaan penyebab keluhan tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium.
Menyikapi persoalan itu, Rifai langsung memanggil manajemen PT SBS untuk meminta penjelasan terkait kondisi yang terjadi, termasuk langkah-langkah yang telah dilakukan perusahaan dalam membantu masyarakat.
Adakan Pertemuan dengan Pihak PT SBS
Rifai mengatakan dalam pertemuan tersebut dirinya meminta penjelasan secara rinci kepada pihak perusahaan, terutama terkait penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional PT SBS.
Sementara itu, untuk dugaan pencemaran limbah di Sungai Air Selali, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang saat ini masih dalam proses.
“Dan saya tanya cukup teliti, banyak termasuk air dan sebagainya. Mereka (PT SBS) sudah melakukan distribusi lebih kurang 10 ribu liter air bersih setiap hari kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat yang mengambil langsung juga sudah cukup banyak,” ungkap Rifai.
Berikan Bantuan Air Bersih
Selain memastikan distribusi air bersih terus berjalan, Pemkab Bengkulu Selatan juga mengambil langkah lanjutan dengan menyiapkan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang terdampak.
Rifai mengatakan dirinya telah menginstruksikan Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait untuk menggelar bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan massal.
“Saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya. Terkait masyarakat yang terdampak dugaan pencemaran Air Selali yang hasil laboratoriumnya belum keluar, maka besok (Sabtu, 1 Agustus 2026, red) saya bersama tim yang saya bentuk, Kadis Kesehatan dan BPBD akan melakukan bakti sosial dengan membawa dua tim dokter dan tenaga medis untuk memberikan pengobatan massal,” kata Rifai.
Berikan Pengobatan Massal
Rifai menjelaskan, kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan massal dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 09.30 WIB di Kantor Desa Pasar Pino.
Kegiatan tersebut akan melibatkan dua tim dokter, tenaga medis, serta penyediaan obat-obatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Warga Desa Pasar Pino maupun desa-desa di sekitarnya diimbau memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut.
“Melalui kesempatan ini, saya minta kepada warga, di samping saya menginstruksikan kepala desa dan Camat Pino Raya, agar besok kita dapat berkumpul di Kantor Desa Pasar Pino untuk melakukan pengobatan dan pengecekan kesehatan,” tegas Rifai.
Rifai juga memastikan dirinya akan hadir langsung di tengah masyarakat untuk memantau jalannya kegiatan sekaligus memberikan dukungan kepada warga.
“Semua obat-obatan akan saya bawa dari Manna bersama tim yang akan mengobati dan saya pun akan hadir di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi uji laboratorium terkait dugaan pencemaran Sungai Air Selali. Sementara itu, pemerintah memastikan langkah-langkah penanganan, mulai dari penyediaan air bersih hingga pelayanan kesehatan gratis, akan terus dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat terdampak.