BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pengurus ranting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kabupaten Bangka Selatan didorong menjadi ujung tombak dalam menyerap berbagai persoalan masyarakat di tingkat bawah.
Keberadaan mereka dinilai penting karena bersentuhan langsung dengan warga dan mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan. Aspirasi tersebut nantinya dapat diteruskan secara berjenjang untuk menjadi bahan masukan bagi pemerintah dalam menangani kebutuhan masyarakat.
Wakil Bendahara Bidang Internal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Rudianto Tjen mengatakan informasi dari pengurus ranting memiliki posisi penting dalam menentukan arah kerja partai.
Pengurus ranting dapat melihat sekaligus mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah masing-masing. Informasi tersebut kemudian diharapkan dapat diteruskan melalui struktur partai untuk ditindaklanjuti sesuai kebutuhan warga.
“Teman-teman di ranting inilah adalah ujung tombak kita yang langsung bertemu dengan masyarakat, langsung melihat di tengah-tengah masyarakat dan mendengar di tengah-tengah masyarakat,” kata dia kepada Bangkapos.com di Toboali, Jumat (31/7/2026).
Rudianto Tjen menilai peran ranting semakin strategis karena PDI Perjuangan memiliki kepala daerah di Kabupaten Bangka Selatan.
Masukan dari pengurus ranting dapat menjadi bahan untuk mempertajam program maupun kerja pemerintah daerah, khususnya Bupati dan Wakil Bupati. Agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Aspirasi tersebut akan dibahas melalui struktur PAC, DPC hingga DPD sebelum diteruskan menjadi usulan kepada pemerintah daerah, Provinsi maupun pemerintah pusat.
Ia meminta pengurus ranting tidak mengabaikan persoalan sekecil apapun yang ditemukan ketika berada di tengah masyarakat. Setiap informasi akan dihimpun dan dibahas secara berjenjang untuk menentukan bentuk tindak lanjut yang dapat dilakukan. Menurutnya, cara tersebut menjadi bagian dari upaya partai memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti hanya sebagai laporan di tingkat bawah.
“Sekecil apapun informasi yang didapat dari teman-teman ranting yang berada di tengah-tengah lapangan, itu akan kita usahakan kita follow up dengan sebaik-baiknya,” sebut Rudianto Tjen.
Adapun persoalan yang menjadi perhatian adalah kebutuhan air bersih yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.
Rudianto Tjen mengatakan persoalan tersebut dapat disampaikan kepada pemerintah daerah untuk melihat kemungkinan penanganan melalui program maupun anggaran yang tersedia pada tahun berjalan.
Jika belum dapat ditangani melalui anggaran pemerintah, partai membuka kemungkinan melakukan bantuan secara gotong royong untuk kebutuhan yang bersifat darurat.
Penyelesaian persoalan masyarakat tidak selalu harus menunggu munculnya program baru dalam anggaran pemerintah. Selama tersedia ruang anggaran pada tahun berjalan, kebutuhan mendesak seperti air bersih dapat segera ditangani oleh pemerintah daerah.
Sementara persoalan yang membutuhkan dukungan lebih lanjut dapat diteruskan melalui struktur partai ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kalau seandainya Bupati masih ada program atau anggaran di tahun ini, tentu saja akan segera diselesaikan,” urainya.
Rudianto Tjen berharap pengurus ranting aktif menyampaikan kondisi masyarakat kepada struktur partai agar dapat segera ditindaklanjuti.
Rudianto juga mengajak insan pers ikut menyampaikan informasi mengenai persoalan yang ditemukan di lapangan sehingga dapat menjadi bahan untuk membantu masyarakat. Dengan pola tersebut, partai ingin memastikan persoalan warga dapat diketahui dan dicarikan solusi melalui jalur pemerintah maupun gotong royong.
“Jadi teman-teman pers, itu di lapangan kalau dengar-dengar seperti ini, laporkan ke PDI Perjuangan, nanti kita coba bantu,” pungkas Rudianto Tjen.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)