- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyelesaikan kunjungannya untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington, pada Rabu, 28 Juli 2026.
Kedua pemimpin tersebut membahas sejumlah isu strategis, terutama terkait langkah menghadapi Iran.
Seorang pejabat senior Israel menyebut pertemuan tersebut bukan bertujuan untuk mendorong satu strategi tertentu, melainkan menjadi ajang bertukar pandangan mengenai berbagai pilihan yang tersedia.
Dalam pertemuan di Ruang Oval itu, Trump dan Netanyahu disebut membahas tiga kemungkinan skenario terkait Iran.
Skenario pertama adalah mencapai kesepakatan diplomatik dengan Teheran.
Skenario kedua berupa peningkatan tekanan melalui sanksi ekonomi dan pembatasan aktivitas Iran tanpa adanya kesepakatan. Sementara opsi ketiga adalah melancarkan serangan besar-besaran baru terhadap Iran.
“Kami membahas setiap opsi secara mendalam dan terbuka, bukan untuk mendukung salah satu pilihan, tetapi untuk melihat mana yang dapat menghasilkan hasil terbaik,” ujar pejabat senior Israel tersebut kepada wartawan, Rabu.
Menurut pejabat itu, Netanyahu tidak datang ke Washington untuk meminta Trump segera melanjutkan serangan terhadap Iran.
Ia menegaskan pertemuan tersebut lebih berfokus pada evaluasi keuntungan dan risiko dari setiap langkah, terutama untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran sempat mencapai nota kesepahaman yang bertujuan meredakan konflik.
Namun, kesepakatan itu kemudian gagal akibat perselisihan mengenai Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi dunia. (*)