Yordania CS Mulai Cemas Diserang Iran, Militer AS Bak Jadi Bumerang, Pejabat Desak Amerika Hengkang
Galuh Palupi July 31, 2026 09:44 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Negara-negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk mulai cemas terhadap agresi militer Iran, sejumlah pejabat dan tokoh politik Yordania bahkan sudah terang-terangan meminta AS hengkang dari wilayahnya.

Melansir dari NYTimes pada Kamis (30/7/2026), sejumlah tokoh politik, pakar hukum, dan tokoh masyarakat di Yordania menandatangani surat terbuka yang meminta AS segera keluar dari negaranya.

Kehadiran militer AS di Yordania dinilai tak lagi bisa memberikan rasa aman, sebaliknya justru menjadi bumerang yang bisa meningkatkan risiko konflik di kawasan.

Ancaman Iran dianggap bahaya nyata yang membuat Yordania berisiko menjadi sasaran serangan karena keberadaan militer AS di negara mereka.

Kekhawatiran itu muncul seusai Iran meluncurkan rentetan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan.

KONFLIK TIMUR TENGAH - Pejabat di Yordania desak militer Amerika Serikat hengkang dari negaranya karena dianggap bisa memicu konflik (YouTube/Tribunnews)

Termasuk serangan yang menargetkan instalasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah selama konflik berlangsung.

Baca juga: Daftar 3 Pangkalan Udara AS yang Diklaim Iran Berhasil Dijebol, 50 Ribu Tentara Kondisi Siaga

Lantas, peristiwa itu memicu kekhawatiran bahwa negara-negara yang menjadi lokasi pasukan AS juga bisa terdampak jika ketegangan kembali meningkat.

Dilaporkan, keresahan tak hanya di Yordania.

Kekhawatiran serupa juga mulai dirasakan di sejumlah negara Teluk.

Sebagian pihak mempertanyakan apakah kehadiran militer Amerika Serikat masih efektif memberikan perlindungan, atau justru meningkatkan risiko keamanan di kawasan.

AS Evakuasi Pangkalan Militer di UEA dan Qatar

Sementara itu di Uni Emirat Arab dan Qatar, Amerika Serikat diam-diam telah mengevakuasi pangkalan militer mereka.

Fars mengungkap temuan citra satelit Sentinel-2 yang diambil Jumat (24/7/2026) di mana lima pesawat militer AS yang sebelumnya ada di Pangkalan Udara Al Dhafra kini sudah tak lagi di sana.

AS diduga memindahkan seluruh pesawat tersebut hanya dalam waktu beberapa hari.

Fars juga melaporkan Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar ikut dikosongkan dari sejumlah aset militer.

Pangkalan itu merupakan markas terbesar AS di kawasan sekaligus pusat Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM.

Al Dhafra selama ini menjadi pusat operasi pengintaian, pengisian bahan bakar di udara, dan pertahanan udara AS.

Baca juga: AS Tak Bisa Berkelit! Satelit Rekam Kerusakan Pangkalan Setelah Digempur Rudal Iran, Kini Kosong

KONFLIK TIMUR TENGAH - Analis menemukan titik lemah pangkalan militer Amerika Serikat yang menjadikannya sasaran empuk rudal Iran
KONFLIK TIMUR TENGAH - Analis menemukan titik lemah pangkalan militer Amerika Serikat yang menjadikannya sasaran empuk rudal Iran (YouTube/Tribun Video)

Sementara Al Udeid berperan sebagai pusat komando berbagai operasi militer Amerika di Timur Tengah.

Laporan evakuasi itu muncul setelah serangkaian serangan rudal dan drone Iran menghantam sejumlah pangkalan AS di kawasan.

Salah satunya ialah Pangkalan Udara Muwaffaq Salti atau Azraq di Yordania yang menjadi sasaran serangan terbaru Iran.

Teheran mengklaim serangan tersebut merusak hanggar pesawat, fasilitas militer, hingga sejumlah aset penting AS.

Iran juga menyebut operasi itu sebagai balasan atas serangan Amerika ke wilayahnya beberapa waktu sebelumnya.

Media Iran menilai pemindahan aset dari Al Dhafra dan Al Udeid merupakan langkah antisipasi menghadapi kemungkinan serangan lanjutan.

Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari AS yang mengonfirmasi laporan mengenai evakuasi kedua pangkalan tersebut.

Klaim yang disampaikan Fars juga belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak lain.

Meski demikian, citra satelit tersebut memicu spekulasi bahwa AS mulai mengurangi aset di pangkalan-pangkalan yang dinilai paling berisiko menjadi sasaran serangan Iran berikutnya. (Tribun Style/Tribun Video)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.