Mark Zuckerberg Prediksi Miliaran Orang Akan Punya Asisten AI Pribadi 24 Jam dalam Lima Tahun
Hasiolan Eko P Gultom July 31, 2026 10:35 PM

Mark Zuckerberg Prediksi Miliaran Orang Akan Punya Asisten AI Pribadi dalam Lima Tahun

 

TRIBUNNEWS.COM - Pendiri sekaligus CEO Meta, Mark Zuckerberg, memprediksi bahwa dalam lima tahun ke depan miliaran orang akan memiliki agen kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) pribadi yang bekerja layaknya asisten digital dan memahami tujuan maupun kebutuhan masing-masing pengguna.

Prediksi tersebut disampaikan Zuckerberg dalam paparan kinerja keuangan kuartalan Meta kepada investor seperti dilansir TechCrunch

Baca juga: Perang AI Amerika Vs China: Kimi Guncang Silicon Valley, Pemerintahan Trump Siapkan Langkah Balasan

Menurutnya, AI akan berkembang dari sekadar chatbot menjadi agen yang mampu menjalankan berbagai tugas secara mandiri selama 24 jam.

"Sangat kecil kemungkinannya bahwa lima tahun dari sekarang miliaran orang tidak memiliki agen AI pribadi yang memahami tujuan mereka dan bekerja atas nama mereka sepanjang waktu," kata Zuckerberg.

Ia memperkirakan agen AI akan dimanfaatkan untuk membantu mengelola keuangan pribadi, kesehatan, hubungan sosial, hingga kebutuhan rumah tangga.

Menurutnya, semakin banyak interaksi dengan AI akan membuat platform percakapan seperti WhatsApp dan layanan pesan Meta lainnya menjadi semakin penting.

Persaingan AI Semakin Ketat

Pandangan Zuckerberg sejalan dengan arah pengembangan industri AI saat ini.

Sejumlah perusahaan teknologi besar juga berlomba menghadirkan AI agent, yakni sistem yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga mampu menjalankan tugas secara otomatis atas nama pengguna.

Meta sendiri telah meluncurkan business AI agents secara global melalui WhatsApp dan Messenger. Perusahaan menyebut lebih dari satu juta pelaku usaha telah mengadopsi layanan tersebut.

Investasi AI Menekan Keuangan Meta

Di balik optimisme terhadap AI, Meta terus menggelontorkan investasi besar untuk membangun infrastruktur pendukung.

Perusahaan mengumumkan kerja sama dengan BlackRock untuk membangun pusat data senilai US$14 miliar (sekitar Rp231 triliun) di El Paso, Texas.

Namun, belanja besar tersebut turut memengaruhi kondisi keuangan perusahaan. Meta melaporkan arus kas bebas (free cash flow) sebesar US$784 juta (sekitar Rp12,9 triliun) pada kuartal terbaru, turun sekitar 91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$8,55 miliar (sekitar Rp141,1 triliun).

Di sisi lain, divisi Reality Labs kembali membukukan kerugian sekitar US$4,6 miliar (sekitar Rp75,9 triliun) pada kuartal ini.

Sejak 2021, akumulasi kerugian divisi tersebut diperkirakan telah mencapai US$88 miliar (sekitar Rp1,45 kuadriliun).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.