Dari Keluarga Miskin Menuju Masa Depan Cerah, Sekolah Rakyat Gresik Resmi Dimulai
Wiwit Purwanto July 31, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID GRESIK - Sebanyak 405 siswa dari keluarga miskin ekstrem mulai menempuh pendidikan gratis di Sekolah Rakyat Gresik. Program berasrama ini menjadi langkah pemerintah membuka akses pendidikan berkualitas sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Suasana haru menyelimuti Sekolah Rakyat Gresik di Desa Racitengah, Kecamatan Sidayu, Jumat (31/7/2026). Ratusan siswa datang didampingi orang tua untuk memulai pendidikan berasrama dengan fasilitas lengkap tanpa dipungut biaya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen.

Peserta didik merupakan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem atau desil 1 yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan gratis berkualitas mulai jenjang SD hingga SMA.

"Program ini pembangunan kualitas sumber daya manusia yang nantinya akan menjadi pondasi kemajuan bangsa. SR hadir sebagai upaya negara menyediakan ruang belajar yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas bagi anak-anak kita terutama mereka yang membutuhkan dukungan lebih besar," bebernya.

Baca juga: Antisipasi Bullying, Pemprov Jatim Sediakan Layanan Psikolog Rutin di Sekolah Rakyat

Bupati Yani mengatakan pembukaan MPLS menjadi awal perjalanan pendidikan para siswa yang berlangsung mulai 31 Juli hingga 21 Agustus 2026.

"Momentum ini bukan sekadar membuka tahun ajaran baru, tetapi juga meneguhkan komitmen kita bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sebagai fondasi terwujudnya Gresik Baru Lebih Maju. Yaitu Gresik yang semakin maju pembangunan manusianya, semakin kuat daya saingnya, semakin inklusif pembangunannya, serta semakin sejahtera masyarakatnya," harapnya.

Dibangun di Lahan 6,5 Hektare, Tampung 405 Siswa

Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata kehadiran negara untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh hak atas pendidikan yang bermutu.

Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan, mengurangi kemiskinan, dan mewujudkan keadilan sosial.

"Sekolah Rakyat program prioritas Bapak Presiden Prabowo ini dibangun di atas tanah seluas 6,5 hektare menampung 405 siswa. Sebanyak 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA. Selain itu, terdapat pula 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan serta 75 siswa dari SRMA 37 Gresik," terangnya.

Baca juga: Kronologi Gedung SDN Konang 4 Bangkalan Ambruk, Guru Selamatkan 47 Siswa 

Bupati Yani menegaskan keberadaan Sekolah Rakyat bukan hanya menjadi program pemerintah, tetapi juga gerakan bersama yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat, hingga keluarga agar tidak ada anak yang tertinggal memperoleh masa depan yang lebih baik.

Investasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Menurut Bupati Yani, pendidikan menjadi jalan paling efektif memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gresik terus memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, mandiri, adaptif, serta memiliki semangat gotong royong dan cinta tanah air.

"Inilah investasi terbaik yang kita siapkan menuju Indonesia Emas 2045,ketika bangsa Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global," ungkap Bupati Yani.

Ia juga menekankan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah tidak hanya mengenalkan ruang kelas maupun tata tertib sekolah, tetapi juga menjadi tahap awal pembentukan karakter peserta didik.

"Masa pengenalan lingkungan sekolah bukan sekadar mengenalkan ruang kelas, guru, maupun tata tertib sekolah. Lebih dari itu, MPLS merupakan proses awal membangun karakter, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, semangat gotong royong, sikap saling menghormati, budaya belajar yang positif, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan baru," tuturnya.

Kegiatan pembukaan MPLS turut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gresik, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, jajaran OPD Pemkab Gresik, relawan PKH, Tagana, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Kecamatan Sidayu.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.