SURYA.CO.ID, SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, meminta seluruh camat, lurah, hingga pengurus RT dan RW di Kota Surabaya, Jatim, untuk memperkuat sistem deteksi dini di lingkungan masing-masing.
Instruksi tegas itu disampaikan demi mencegah meletusnya potensi bentrok sosial yang kerap mengintai kawasan pemukiman padat di Kota Pahlawan.
Langkah preventif itu dinilai krusial untuk mengantisipasi berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Melalui peringatan dini itu, pemetaan masalah dapat dilakukan lebih awal sebelum gejolak antarwarga membesar.
Baca juga: DPRD Surabaya Dukung Penyegelan 250 Lahan Parkir Usaha, Soroti 95 Persen Swalayan Belum Berizin
Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno meminta perangkat wilayah aktif membangun komunikasi dan intens berkoordinasi dengan warga, sebagai pihak yang paling memahami kondisi lapanga
"Banyak konflik sosial yang sebenarnya bisa dicegah lebih awal jika fungsi komunikasi dan mediasi di tingkat lingkungan berjalan optimal," kata Anas, Jumat (31/7/2026).
Hal ini penting untuk memetakan setiap dinamika yang berkembang.
"Ketika ada potensi gesekan di masyarakat, perangkat wilayah harus hadir lebih awal untuk membangun komunikasi dan mencari solusi," ujar Anas.
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, kolaborasi di tingkat kampung harus diperkuat sebagai benteng pertama pertahanan sosial.
Sinergi ini wajib melibatkan perangkat kelurahan, pengurus RT dan RW, lurah dan camat, tokoh masyarakat, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Melalui wadah kolaborasi itu, setiap persoalan diharapkan bisa diselesaikan lewat dialog dan musyawarah sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.
Baca juga: Janji Sertifikat Gratis Berujung Kekecewaan, DPRD Surabaya Desak BPN Bertanggung Jawab
Anas menekankan bahwa menjaga kondusivitas kota bukan hanya tugas aparat keamanan.
Sebagai kota metropolitan dengan aktivitas ekonomi tinggi, stabilitas sosial Surabaya membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat.
"RT dan RW adalah mata dan telinga pemerintah di lingkungan. Kalau komunikasi berjalan baik, berbagai persoalan bisa diketahui lebih cepat dan diselesaikan secara kekeluargaan," jelasnya.
Di sisi lain, Anas turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang konsisten merangkul organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan elemen warga demi menjaga ketertiban kota.
Diharapkan sinergisitas ini terus diperdalam hingga ke tingkat akar rumput agar Surabaya tetap aman dan nyaman bagi semua orang.
"Yang paling penting adalah membangun kehadiran pemerintah sampai ke level paling bawah. Ketika warga merasa didengar dan persoalannya cepat ditindaklanjuti, potensi konflik akan jauh lebih mudah dicegah," kata Anas.