Hasil Uji DLH Serang: Satu Perusahaan Penyumbang Limbah di Sungai Ciujung Melebihi Baku Mutu
Abdul Rosid August 01, 2026 12:01 AM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akhirnya mengungkap hasil pengujian kualitas air limbah dari tiga perusahaan yang berada di bantaran Sungai Ciujung, menyusul mencuatnya kondisi air sungai yang menghitam.

Dari tiga perusahaan yang diperiksa, satu di antaranya diketahui memiliki parameter limbah yang melebihi baku mutu, terutama pada kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD).

Adapun tiga perusahaan yang diuji yakni PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), PT Intercipta, dan PT Cipta Papperia.

Baca juga: Sungai Ciujung Menghitam, DLH Kabupaten Serang Belum Bisa Pastikan Penyebabnya

Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, Ade Sopian, mengatakan dua perusahaan telah memenuhi standar baku mutu air limbah.

Sementara itu, satu perusahaan lainnya masih ditemukan memiliki kadar COD dan BOD yang melampaui ambang batas yang ditetapkan.

"Hasilnya yang kami temukan memang melebihi baku mutu. Nantinya perusahaan tersebut akan kami berikan teguran dan imbauan," ujar Ade, Jumat (31/7/2026).

COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD (Biological Oxygen Demand) merupakan dua parameter penting untuk mengukur tingkat pencemaran air akibat limbah.

Apabila nilai COD dan BOD tinggi, kandungan oksigen terlarut di dalam air akan berkurang sehingga dapat mengancam kehidupan ikan dan biota air lainnya.

Meski demikian, Ade menegaskan perusahaan yang melampaui baku mutu tidak serta-merta dilarang membuang air limbah ke Sungai Ciujung.

Perusahaan tersebut diminta segera memperbaiki sistem pengolahan limbah, baik melalui penambahan fasilitas maupun peningkatan teknis pengolahan, agar air limbah yang dibuang kembali memenuhi baku mutu.

"Jadi, sebelum dibuang lagi, limbah harus diolah kembali agar tetap sesuai baku mutu," jelasnya.

Ade menambahkan, sebagian besar perusahaan di kawasan tersebut memanfaatkan air Sungai Ciujung untuk kebutuhan operasional.

Air kemudian diolah dan dikembalikan ke sungai setelah melalui proses pengolahan.
Menurutnya, kondisi Sungai Ciujung yang menghitam tidak sepenuhnya disebabkan oleh aktivitas industri.

Ia menyebut limbah domestik dari masyarakat, musim kemarau, serta rendahnya debit air turut memengaruhi kualitas air sungai.

"Kemudian faktor cuaca, karena sekarang musim kemarau dan debit air rendah. Itu juga berpengaruh terhadap kondisi air Sungai Ciujung. Kalau debit air tinggi saat musim hujan, kondisinya bisa lebih baik atau kembali normal," paparnya.

DLH Kabupaten Serang mengakui kondisi air yang tidak memenuhi baku mutu berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat yang masih memanfaatkan air Sungai Ciujung.

Untuk memulihkan kondisi sungai, DLH akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) guna melakukan upaya normalisasi secara menyeluruh.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.