Pemkab Pasuruan Bentuk Enam Tim Strategis, Perkuat Kolaborasi untuk Percepatan Pembangunan
Rendy Nicko Ramandha August 01, 2026 01:51 AM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengukuhkan enam tim dan forum strategis sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo di Auditorium Mpu Sendok Kantor Bupati Pasuruan, Kamis (30/7/2026) sore.

Enam tim yang dikukuhkan meliputi Tim Fasilitasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSL BU), Forum TJSL BU, Lembaga Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup (PJLH), Forum Kabupaten Pasuruan Sehat, Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Pasuruan, serta Jaringan Petani Progresif (JPP).

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan, pembentukan enam tim itu merupakan langkah untuk menyinkronkan program pembangunan antara pemerintah daerah dengan seluruh pemangku kepentingan.

Baca juga: GKSI Jatim Dorong Pemerintah Jaga Kualitas Susu untuk Program Makan Bergizi Gratis

Harapannya, kata dia, setiap program yang dijalankan memiliki arah yang sama dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pada dasarnya ini adalah sinkronisasi program seluruh stakeholder di Kabupaten Pasuruan. Pemerintah daerah, dunia usaha, serikat pekerja, dunia pendidikan, sektor pertanian dan seluruh elemen harus berjalan bersama. Tidak boleh berjalan sendiri-sendiri,” katanya.

Menurutnya, langkah tersebut juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong daerah memanfaatkan berbagai sumber pendanaan kreatif untuk mendukung pembangunan.

Mas Rusdi, sapaan akrabnya mengungkapkan, sebelum kegiatan pengukuhan, dirinya bersama ratusan kepala daerah mengikuti rapat koordinasi secara daring bersama pimpinan DPR RI, Komisi II DPR RI dan Kementerian Dalam Negeri.

Salah satu pembahasannya adalah rencana pengaturan pemanfaatan dana Tanggung Jawab Sosial Lingkungan perusahaan (TJSL) dan Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup agar selaras dengan program prioritas daerah maupun Asta Cita Presiden.

Ia menyebut, Kabupaten Pasuruan telah lebih dulu menyiapkan langkah tersebut melalui pembentukan forum dan tim yang mengoordinasikan pelaksanaan TJSL dan PJLH.

“Alhamdulillah Kabupaten Pasuruan sudah mendahului. Kalau nanti ada aturan baru dari pemerintah pusat, kemungkinan kami hanya menyesuaikan beberapa hal,” ujarnya.

Mas Rusdi menjelaskan, keberadaan enam tim tersebut akan diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas daerah.

Diantaranya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pengembangan pertanian melalui program Merdeka Pupuk, Petani Milenial, eco farming, serta penerapan teknologi pertanian yang akan bersinergi dengan Jaringan Petani Progresif.

Selain itu, pemerintah juga mendorong kolaborasi dengan dunia usaha untuk mengatasi persoalan air bersih di sejumlah wilayah yang masih mengalami kekeringan setiap musim kemarau.

Menurut Mas Rusdi, selama ini penanganan kekurangan air masih bersifat sementara melalui distribusi air menggunakan mobil tangki.

Karena itu, ia berharap perusahaan yang bergerak di bidang air minum dapat ikut mendukung pembangunan sumber mata air baru maupun jaringan perpipaan air bersih sebagai solusi jangka panjang.

“Kalau hanya mengandalkan mobil tangki, itu solusi sementara. Yang kita butuhkan adalah solusi permanen agar masyarakat di daerah yang kekurangan air bisa mendapatkan layanan air bersih secara berkelanjutan,” katanya.

Di sektor ketenagakerjaan, ia kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah agar perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pasuruan memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen.

Menurutnya, selama kompetensi yang dibutuhkan tersedia, masyarakat Kabupaten Pasuruan harus menjadi pilihan utama untuk mengisi lowongan pekerjaan.

“Kami ingin masyarakat Kabupaten Pasuruan menjadi prioritas ketika perusahaan membuka rekrutmen tenaga kerja,” ujarnya.

Baca juga: Warga Beji Minta Program UHC di Kabupaten Pasuruan Tetap Dipertahankan

Kolaborasi dengan dunia usaha juga diharapkan mampu mendukung penataan ruang publik dan keselamatan lalu lintas, termasuk penataan kawasan Bundaran Apollo dan Bundaran Gempol yang menjadi pintu masuk wilayah barat Kabupaten Pasuruan.

Ia menilai kawasan tersebut perlu dipercantik sekaligus dilengkapi fasilitas penerangan jalan dan perlengkapan keselamatan untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Di sisi lain, kata Mas Rusdi, perbaikan di kawasan itu diharapkan bisa menciptakan kesan positif bagi masyarakat maupun investor yang datang ke Kabupaten Pasuruan.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga mendorong dukungan terhadap pengembangan sektor olahraga, ekonomi kreatif, dan lainnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui rehabilitasi lahan kritis dan penanaman pohon di kawasan hulu.

Upaya tersebut dinilai tidak hanya menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga menjamin keberlanjutan sumber air yang dibutuhkan masyarakat maupun dunia usaha.

Mengakhiri sambutannya, Mas Rusdi meminta seluruh tim yang baru dikukuhkan segera bekerja sesuai tugas dan fungsinya dengan mengutamakan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Saya berharap seluruh tim bekerja cepat, praktis dan sesuai tugas masing-masing. Yang paling penting, setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan,” pungkasnya. 

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.