TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG BARAT - Bocah berusia 5 tahun menjadi korban penganiayaan ayah kandungnya di wilayah Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Peristiwa penganiayaan terjadi di rumah ayah kandungnya di Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat pada Minggu (26/7/2026).
Diketahui penganiayaan tersebut dipicu keretakan rumah tangga ibu dan ayah korban.
Pelaku dan ibu korban diketahui sudah bercerai.
Video peristiwa penganiayaan tersebut viral di media sosial. Korban dijambak dan dipukul pelaku hingga mengalami sejumlah luka di bagian muka dan paha.
Bahkan, pukulan dari pelaku sampai membuat hidung korban mengeluarkan darah.
Kapolres Cimahi, AKBP Moh Faruk Rozi mengungkap motif pelaku menganiaya anak kandungnya.
Dari hasil penyidikan, tindakan keji dilakukan pelaku untuk menarik perhatian ibu korban.
Baca juga: Bocah 5 Tahun di Bandung Barat Dianiaya Ayah Sendiri, Ibu Korban: Perkara Tak Mau Diajak Pulang
"Melakukan penganiayaan tersebut untuk mendapatkan simpati atau empati dari ibu korban," kata AKBP Moh Faruk Rozi di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Cipongkor, Bandung Barat, Jumat (31/7/2026).
Moh. Faruk mengungkapkan, terduga pelaku bernama Dayat alias Pepi (28) telah bercerai dengan ibu korban bernama Rika (23).
Namun, Dayat diduga masih ada keinginan untuk kembali rujuk dengan Rika.
"Perbuatan itu dilakukan secara sengaja untuk rekamannya akan dikirim ke ibu korban. Supaya ibu korban itu mau rujuk kembali," ungkapnya.
Baca juga: Anak Berkebutuhan Khusus Tewas Dianiaya Ayah Tiri di Pontianak, Ibu Korban Ungkap Aksi Keji Pelaku
Dayat disebut telah berulang kali melakukan penganiayaan terhadap anaknya.
Selain motif ingin menarik perhatian Rika, Dayat disebut kerap kali kesal karena korban sering membandingkan perlakuan dari kedua orang tuanya.
"Kemudian dari hasil pendalaman kami juga memperoleh motif yang lain, yaitu pelaku yang merupakan ayah kandungnya sendiri itu merasa kesal terhadap korban, karena sering dibanding-bandingkan perlakuannya ketika korban berada di bawah asuhan ibunya, dibandingkan dengan perlakuan pelaku terhadap korban," katanya.
Rika, ibu korban mengungkap sosok pelaku.
Rika mengatakan mantan suaminya dikenal memiliki kepribadian emosional dan kerap melakukan tindakan kasar.
Pengalaman pahit tersebut bahkan sudah sering dialami sendiri sewaktu masih terikat tali pernikahan.
"Iya memang dari dulu memang tempramental, ringan tangan, suka mabuk. (Mengalami kekerasan) sering dulu pas rumah tangga, cuma saya berat sama anak, makanya saya bertahan. Tapi dia sendiri yang nalak," kata Rika.
Kini pelaku sudah diamankan pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sementara koban kini mendapatkan layanan pemulihan trauma atau trauma healing dari tim gabungan dari Unit PPA Polres Cimahi dan petugas dinas Pemkab Bandung Barat.
(Tribunnews.com/ Tribunjar.id/ Rahmat Kurniawan)