Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat mendorong para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Indramayu untuk menembus pasar digital.
Kepala Disparbud Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, mengatakan, kreativitas dan perumusan strategi menjadi dua kunci utama bagi pelaku ekraf untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus mendongkrak penjualan.
Karenanya, menurut dia, para pelaku ekraf di Kabupaten Indramayu harus memahami secara komprehensif dari hulu ke hilir mengenai penguatan merek atau branding, strategi pemasaran digital, hingga lainnya.
Baca juga: Sekolah Rakyat Cirebon Dibuka, Anak Pemulung Hingga Keluarga Miskin Dapat Kesempatan Ubah Nasib
"Kami ingin mendorong seluruh pelaku ekraf di Indramayu semakin kreatif, dan mengembangkan strategi pemasaran," ujar Iendra Sofyan saat ditemui usai Program Karya Kreatif Bagi Pelaku Ekraf di Hotel Wiwi Perkasa 2, Jalan DI Panjaitan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan yang tampak diikuti sekitar 50 pelaku ekraf dari berbagai subsektor tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya, Guru Besar Fakultas Ekonomi dari Universitas Padjajaran (Unpad), Prof Diana Sari.
Selain itu, narasumber lainnya ialah Mochamad Dhimasji dari PAXEL Regional Head Jawa Barat, dan Fungsional Analis Kebijakan Kementerian Hukum Kantor Wilayah Jawa Barat, Aditya Amarullah.
Para narasumber terlihat memaparkan materi tentang pengembangan usaha ekonomi kreatif dari mulai branding bagi positioning market, strategi pemasaran produk melalui Paxel Market sebagai platform pasar online, hingga konsultasi dan pelayanan penerbitan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Iendra mengatakan, program tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada pelaku ekraf di Kabupaten Indramayu untuk mengembangkan usahanya secara lebih luas dan berkelanjutan.
Pasalnya, hal itu sesuai Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 terkait optimalisasi pengentasan kemiskinan melalui sinergi program dan kerja sama antar kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah.
Baca juga: Calon Lawan Persib Bandung di Semifinal Piala Presiden 2026, Igor Tolic : Kami Siap
Pihaknya mengakui, melalui Program Karya Kreatif para pelaku ekraf di Indramayu dibekali penyusunan konsep usaha, pembangunan merek (branding), desain produk, hingga berbagai aspek lainnya untuk meningkatkan daya saing.
"Semoga melalui kegiatan ini pelaku ekraf di Indramayu mendapatkan arahan, masukan, atau pemahaman baru mulai dari penyusunan konsep, branding atau merk, desain, hingga lainnya," kata Iendra Sofyan.