Punya varian bakso saikoro hingga bakso mercon, gerobak bakso ini diantre dari 2 jam sebelum buka. Bahkan baksonya langsung ludes terjual dalam waktu sekejap.
Bakso selalu menjadi makanan favorit sejuta umat. Bola-bola daging dengan paduan kuah kaldu yang gurih ini bahkan mudah ditemui, hampir di sepanjang jalan.
Belakangan ini, ada bakso gerobakan yang tengah viral di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan. Gerobak bakso tersebut bernama Bakso Bang Udin.
Bakso itu viral pertama kali sejak dipromosikan oleh seorang karyawan kantoran saat dulu gerobaknya masih mangkal di dekat Menara Bidakara, Jakarta Selatan.
1. Kini Pindah Jalan Mandala
Bakso Bang Udin sekarang buka di Jalan Mandala. Foto: detikcom/Riska Fitria
|
Sebelumnya, Bakso Bang Udin menjadi salah satu pilihan menu makan siang bagi karyawan di kawasan Menara Bidakara. Tak disangka, sejak itu, Bakso Bang Udin langsung jadi buruan dari berbagai penjuru.
Gerobak mungil yang ditaruh di atas motor itu ramai dikeremuni setiap harinya. Namun, gerobak itu justru diminta pindah oleh pihak setempat karena terlalu memadati jalan di area perkantoran.
Kini, Bakso Bang Udin buka di Jalan Mandala 1, patokannya dekat dari Mandala House. detikFood pun tak mau ketinggalan untuk mencicipi bakso yang kini jadi buruan food vlogger terkenal. Mulai dari Teh Santy Denny, Sibungbung, hingga program kuliner TV Bikin Laper pernah datang ke sini.
2. Antre dari 2 Jam Sebelum Buka
Antrean di Bakso Bang Udin Foto: detikcom/Riska Fitria
|
detikFood tiba pukul 09.30 pagi, kami jadi pengunjung nomor 1 di sana. Namun, baksonya belum buka. Hanya ada gerobak yang sudah siap, tetapi si pemilik belum tiba.
Selama menunggu selama 2 jam, pengunjung lain pun mulai bermunculan dan kami langsung baris mengantre. Tepat pukul 11.30, Bang Udin akhirnya tiba membawa stok bakso dari rumah.
Bang Udin dengan dibantu seorang pria langsung menaikkan gerobak mungilnya ke atas motor, bersiap melengkapi kondimen, dan mulai melayani pembeli satu per satu.
3. Ada 4 Varian Bakso
Bakso Bang Udin punya 4 varian Foto: detikcom/Riska Fitria
|
Bang Udin menawarkan 4 varian bakso, yakni bakso mercon, bakso saikoro, bakso keju, dan bakso urat. Masing-masing dibanderol Rp 20.000 per porsi.
Sayangnya, kami tidak bisa memesan bakso campur untuk 1 porsi. Alhasil kami memesan 4 porsi untuk mencicipi 4 varian bakso tersebut.
Seporsi baksonya disajikan dengan berbagai kondimen, mulai dari mie kuning, bihun, sawi, tauge, kwetiau, dan tahu bakso atau dumpling (pilih salah satu).
Kepada detikFood (28/7), Bang Udin mengatakan racikan baksonya merupakan gaya Magelang karena dirinya berasal dari Kota Sejuta Bunga tersebut.
4. Cita Rasa Bakso yang Bikin Antre
Bakso Bang Udin dibanderol Rp 20.000 per mangkuk. Foto: detikcom/Riska Fitria
|
Begitu penutup panci dibuka, semerbak aroma kaldu langsung menyeruak. Bang Udin langsung menuangkan kuah, untuk kemudian bakso disajikan di atas meja.
Sayangnya, meja makan pengunjung di sini sangat terbatas. Hanya ada satu meja, tetapi bisa juga menumpang di meja warung minuman di sebelahnya.
Kuah bakso di sini bening dengan rada kaldu gurih yang pekat. Kami suka bakso keju yang menurut kami paduannya lebih pas, ada rasa daging dan sentuhan asin gurih dari keju yang meleleh.
Pada dasarnya adonan bakso Bang Udin ini memiliki cita rasa daging yang kuat. Jadi ketika mencicipi varian saikoro, rasa dagingnya jadi semakin kuat. Belum lagi ada tetelannya. Mungkin pecinta daging akan lebih menyukai varian ini.
Bakso Bang Udin varian mercon. Foto: detikcom/Riska Fitria
|
Bagi pecinta pedas, varian mercon jangan sampai dilewatkan. Khusus untuk varian ini ukuranya lebih besar, karena isinya tidak hanya sambal, tetapi juga ada anak bakso kecilnya. Bisa disebut juga sebagai 'bakso beranak'. Sensasi pedasnya cukup membuat dahi berkeringat.
Varian urat pun tak kalah enak karena urat-urat yang disajikan cukup besar, hingga memberikan tekstur renyah saat digigit. Namun bakso urat tidak memberikan rasa daging yang berlebihan alias pas.
Bang Udin mengatakan dalam sehari hanya membawa stok bakso sebanyak 20 kilogram dan itu selalu habis hanya dalam 2 jam saja.
"Buka di jam 11.30 dan di jam 13.30 sudah habis. Jadi cuma bawa 20 kg, soalnya gak kuat kalau banyak-banyak," pungkas Bang Udin.










