Dahlan Dahi Ulas Teknologi Informasi di UMI: Mesin Cetak, Internet, Google, Media Sosial, Kini AI
Sudirman August 01, 2026 01:20 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, menilai perkembangan Artificial Intelligence (AI) menjadi babak baru disrupsi teknologi mengubah lanskap informasi dunia.

Hal tersebut disampaikan Dahlan saat menjadi narasumber UMI Executive Strategic Summit 2026 di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Sabtu (1/8/2026).

Dahlan Dahi membawakan materi berjudul “Internet, AI dan Collective Imagination”.

Dahlan mengatakan, perkembangan teknologi informasi telah mengalami perubahan besar dari masa ke masa. 

Baca juga: UMI Bidik World Class University 2030, Prof Masrurah: Dosen Garda Terdepan Wujudkan 4 Pilar

Penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg sekitar 1450 menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah distribusi informasi.

Menurutnya, mesin cetak menjadi teknologi informasi yang sangat kuat karena mampu mendistribusikan gagasan dalam jangkauan yang jauh lebih luas.

“Kenapa powerful? Salah satu fungsinya adalah dia mendistribusikan ide melewati area yang sangat luas,” katanya.

Distribusi informasi, memiliki hubungan erat dengan perkembangan demokrasi. 

Menurutnya, demokrasi dalam skala besar sulit berkembang apabila gagasan hanya dapat disampaikan dalam ruang dan wilayah yang terbatas.

“Nah, itu peran mesin cetak, ya. Membuat demokrasi skala besar bekerja,” ungkapnya.

Dahlan kemudian menguraikan bagaimana industri surat kabar bertahan dengan pola distribusi yang relatif sama selama ratusan tahun. 

Perubahan besar mulai terjadi ketika internet dan mesin pencari berkembang, kemudian disusul media sosial yang kembali mengubah cara informasi disebarkan.

Jika sebelumnya informasi dari koran didistribusikan melalui agen dan loper, kehadiran mesin pencari membuat masyarakat dapat menemukan informasi secara langsung melalui platform digital.

Perubahan berikutnya terjadi dengan hadirnya media sosial seperti Facebook pada 2004 yang semakin mempercepat distribusi informasi.

Tahun 2007 menjadi salah satu milestone penting dalam perkembangan teknologi informasi. 

Pada tahun tersebut, Steve Jobs memperkenalkan iPhone yang menurutnya membawa kemampuan komputasi ke perangkat mobile.

Dahlan kemudian melihat perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai babak baru dalam transformasi teknologi informasi. 

Menurutnya, AI hadir di atas fondasi internet dan perangkat yang semakin terkoneksi serta membutuhkan kemampuan komputasi dan data dalam jumlah besar.

Ia menilai kemunculan ChatGPT pada November 2022 menjadi salah satu momentum yang kembali mengubah lanskap informasi secara signifikan.

“ChatGPT November 2022 mengubah seluruh landscape informasi,” kata dia.

Menurut Dahlan, disrupsi digital yang berdampak pada industri media sejak akhir 1990-an hingga saat ini masih terus berlangsung. 

Namun di saat yang sama, muncul disrupsi baru yang didorong oleh AI dan diperkirakan bergerak dengan kecepatan yang lebih tinggi.

Ia pun mengingatkan pentingnya memperbarui pengetahuan dan keterampilan agar tidak tertinggal menghadapi perubahan teknologi.

Dahlan menilai, berbagai pengetahuan yang relevan pada era sebelum AI berkembang pesat perlu dikaji kembali karena lanskap teknologi telah berubah.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.