Bukan Cuma Surabaya dan Jakarta, Mal di Solo dan Jogja Juga Dipasangi Pagar, Pemilik Ungkap Alasan
Vivi Febrianti August 01, 2026 05:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Setelah di Bogor dan Surabaya, mal di Solo dan Yogyakarta kini ikut dipasangi pagar.

Fenomena ini memunculkan isu akan adanya aksi unjuk rasa besar-besaran.

Polda Metro Jaya bahkan sampai menerjunkan tim intelijen untuk melakukan analisis perkiraan situasi menyikapi fenomena tersebut.

Sejumlah pusat perbelanjaan (mal) dan gedung perkantoran di Jakarta yang mulai meninggikan pagar pembatas.

Langkah ini diduga diambil pengelola untuk mengantisipasi potensi aksi unjuk rasa.

Fenomena itu juga terjadi di Surabaya, bahkan kini sudah menjalar hingga ke Solo dan Yogyakarta.

Di media sosial, beredar foto Pakuwon Mal Solo Baru sedang dipasangi pagar tinggi berwarna hijau.

Bahkan mal di Yogyakarta juga tampak sedang dipasangi pagar tinggi dengan warna sama.

Beberapa mal yang telah menerapkan pemasangan pagar antara lain Pakuwon Mall Surabaya, Royal Plaza, Tunjungan Plaza, dan Pakuwon City Mall.

Sementara yang belakangan viral adalah Mal Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta Selatan.

Sejumlah mal tersebut sama-sama berada di bawah pengelolaan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan, hingga saat ini kondisi keamanan di wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya masih dalam kondisi aman dan terkendali berkat sinergi antara kepolisian, Kodam Jaya, serta masyarakat.

"Perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan. Ini berkat kerja sama Polda Metro Jaya dengan Kodam Jaya. Menciptakan rasa aman itu bukan menjadi tanggung jawab satu institusi saja," ujar Budi usai konferensi pers hasil Operasi Berantas Jaya 2026 di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).

Meski demikian, kepolisian tidak tinggal diam dan terus memantau pergerakan isu melalui ruang digital.

"Polda Metro Jaya melalui direktur-direktur operasional tetap melakukan pemantauan secara dunia maya. Melalui Dirres Siber dan Dirreskrimum, kami terus memantau flyer maupun ajakan aksi yang beredar di masyarakat," lanjutnya.

Menanggapi hal itu, pihak Istana Kepresidenan RI melalui Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi buka suara terkait fenomena pemasangan pagar besi tinggi di pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta dan Surabaya.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Mal-mal Besar di Jakarta Mendadak Dipagari Tinggi, Tak Ada Kaitan dengan Demo

Pemasangan pagar tinggi tersebut ramai di media sosial dan dikaitkan dengan potensi ancaman kerusuhan.

Hasan meminta agar kabar yang menebar ketakutan atau fearmongering sebaiknya diklarifikasi.

Hasan meminta para jurnalis untuk mengecek langsung ke lapangan apakah narasi yang menebar ketakutan tersebut sesuai dengan realita yang terjadi di masyarakat atau tidak.

“Teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri. Bisa bikin cek fakta benar enggak fearmongering yang sedang beredar itu, ketakutan-ketakutan yang sedang beredar itu betul-betul nyata apa tidak. Kan teman-teman bisa cek di lapangan,” katanya.

“Jadi yang fearmongering-fearmongering itu teman-teman cek di lapangan, ya. Saya rasa nanti teman-teman bisa menemukan itu benar enggak sih,” imbuhnya.

Hasan menegaskan bahwa Indonesia sekarang ini dalam keadaan baik.

Para pengusaha KADIN yang bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto optimis ekonomi Indonesia akan terus tumbuh.

“Saya rasa kita harus optimis, ya. Eh keadaan negara kita baik. Sekarang pemerintah juga sudah jalannya sangat cepat, barusan juga diskusi dengan 100-an lebih pengurus Kadin dan komunikasi dua arah, tanya jawab dengan Presiden tadi masukan-masukan mereka sangat konstruktif diterima dengan baik oleh Presiden. Dan enggak ada alasan buat kita enggak maju kan?” pungkasnya.

Baca juga: Terungkap Penyebab Mal-mal Besar di Jakarta Mendadak Dipagari Tinggi, Bukan karena Isu Demo

Klarifikasi Pemilik Mal

Menanggapi soal viralnya pemasangan pagar, Direktur Marketing Pakuwon Group dan Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, Sutandi Purnomosidi buka suara.

Menurutnya, mal yang dikelola Grup Pakuwon yang ada di Jakarta juga sebenarnya sudah dipasang pagar sejak lama.

Aktivitas pemagaran pusat belanja dilakukan demi keamanan, terutama demi keamanan pengunjung.

"Sebenarnya gini, awalnya kita berpikir itu (mal dipagari) karena apa? Itu kan Pakuwon Mall itu terbukanya kan lebar sekali. Satu setengah kilometer itu buka," ujar Sutandi dikutip dari video yang diunggah akun Instagram miliknya, Jumat (31/7/2026).

Sutandi menjelaskan, beberapa pusat perbelanjaan yang dikelola Pakuwon berbatasan langsung dengan jalan raya.

Hal ini dinilai rawan kecelakaan lalu lintas.

Sutandi membantah narasi yang beredar bahwa pemagaran dilakukan guna mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang.

"Ekonomi baik-baik saja. Baik-baik saja. Kita mau takut apa? Kita memang hidup di Indonesia," sambungnya.

Hal senada juga disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Menurutnya, tidak ada masalah di balik pemasangan pagar tinggi oleh pihak mal.

"Enggak ada... Enggak ada isu terkait ya apa pun nggak ada.. Aman-aman saja nggak ada masalah," ucap Budi.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.