TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Enam puluh lima tahun telah dilalui Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam mengukir sejarah pendidikan tinggi di Indonesia.
Dari kampus yang berakar sebagai lembaga pencetak tenaga pendidik, UNM terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang melahirkan inovasi, riset, karya seni, dan pengabdian bagi masyarakat sejak berdiri 1 Agustus 1961.
Mengusung tema "Bersinergi , Berinovasi, Berdampak, untuk UNM uang Unggul dan Mendunia, Dies Natalis ke-65 menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang kampus yang telah melahirkan ribuan alumni yang kini mengabdi sebagai guru, dosen, peneliti, birokrat, pengusaha, seniman, hingga pemimpin di berbagai bidang.
Perjalanan selama enam setengah dekade itu menjadi bukti bahwa UNM mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Tantangan global, perkembangan teknologi, hingga transformasi dunia pendidikan dijawab dengan peningkatan kualitas akademik, penguatan riset, serta kolaborasi yang semakin luas dengan berbagai pihak.
Di usia ke-65 tahun, UNM tidak hanya merayakan sejarah, tetapi juga meneguhkan komitmen sebagai perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pengembangan karakter mahasiswa.
Baca juga: Dies Natalis ke-65 UNM, Nurdin Halid Ajak Alumni Perkuat Kontribusi untuk Almamater
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNM, Arifin Manggau, mengatakan tema Dies Natalis tahun ini mengandung makna, setiap capaian yang diraih UNM merupakan hasil dari perjalanan panjang yang dibangun melalui dedikasi, kolaborasi, dan semangat seluruh sivitas akademika.
"Perjalanan 65 tahun ini bukan sekadar perjalanan usia, tetapi perjalanan pengabdian. UNM terus bertumbuh mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai kampus yang mencetak sumber daya manusia berkualitas," ujar Arifin Manggau, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Arifin, momentum Dies Natalis menjadi pengingat bahwa seluruh keluarga besar UNM memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga marwah institusi.
Sekaligus menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia berharap semangat UNM Tetap Jaya dalam Tantangan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi tekad bersama untuk membawa UNM semakin maju.
"Semoga UNM menjadi garda terdepan dan gerbang pendidikan tinggi yang berdampak menuju Indonesia Emas. Kami ingin terus menghadirkan pendidikan yang unggul, membangun karakter generasi muda, serta melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi bangsa," kata Arifin.
Ia menambahkan, kekuatan terbesar UNM tidak hanya terletak pada kualitas akademiknya.
Tetapi juga pada solidaritas sivitas akademika dan jejaring alumni yang tersebar di berbagai daerah.
Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen kampus menjadi modal penting untuk menjawab tantangan pendidikan di masa depan.
Di balik harapan besar tersebut, sosok Arifin Manggau sendiri merupakan figur akademisi sekaligus budayawan yang memiliki rekam jejak panjang di lingkungan UNM.
Pria kelahiran Makassar, 2 April 1974, yang akrab disapa Daeng Iping ini merupakan alumnus Program Studi Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni UNM.
Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan pada 1999, kemudian menyelesaikan Magister Pendidikan bidang Ilmu Pengetahuan Sosial konsentrasi Pendidikan Antropologi di UNM pada 2001.
Semangatnya dalam dunia akademik berlanjut hingga meraih gelar Doktor Pendidikan Seni dari Universitas Negeri Semarang pada 2018.
Sejak 2006, Arifin mengabdikan diri sebagai dosen di Fakultas Seni dan Desain UNM pada Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik.
Karier kepemimpinannya di kampus juga terus berkembang.
Pada periode 2016–2018, ia dipercaya sebagai Staf Ahli Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNM.
Selanjutnya, pada 2020–2024, ia menjabat sebagai Kepala Pusat Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pemberdayaan Masyarakat UNM.
Arifin juga aktif membina berbagai organisasi kemahasiswaan.
Ia menjadi Pembina Kelompok Seni Aksara Fakultas Ilmu Pendidikan UNM sejak 2010 serta menjadi dewan pembina di sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa, di antaranya UKM SAR dan Teater Kampus Fakultas Seni dan Desain.
Di bidang akademik, ia tercatat sebagai anggota Senat UNM dan Senat Fakultas Seni dan Desain sejak 2023.
Sebagai asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), Arifin juga aktif dalam Asosiasi Pendidikan Seni Indonesia (APSI), memperkuat kontribusinya terhadap pengembangan pendidikan seni di tingkat nasional.
Aktivitasnya tidak hanya terbatas di lingkungan kampus. Daeng Iping dipercaya sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Konri/SMKI dan SMK Negeri 2 Sungguminasa serta menjabat Ketua Dewan Kesenian Sulawesi Selatan periode 2024–2029.
Sebagai seorang seniman, Arifin dikenal produktif melahirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Salah satu karyanya yang paling dikenal adalah Mars Sulawesi Selatan, yang kemudian mendapat apresiasi dari Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono, pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2018.
Arifin juga aktif sebagai Ketua Dewan Kesenian Sulsel (DKSS) periode 2024-2029
Dengan pengalaman sebagai akademisi, pemimpin organisasi, budayawan, sekaligus seniman, Arifin berharap Dies Natalis ke-65 menjadi titik tolak bagi UNM untuk terus memperkuat perannya sebagai kampus yang melahirkan generasi unggul, inovatif, dan berdaya saing global menuju terwujudnya Indonesia Emas.
Kampus UNM Gunungsari Jl AP Pettarani, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
Kampus UNM Parangtambung, Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
Kampus UNM Tidung, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar
Kampus UNM Banta-bantaeng, Kelurahan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
Kampus UNM Kota Parepare
Kampus UNM Kabupaten Bone