TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, mulai dipadati massa yang datang untuk menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan pada Sabtu (1/8/2026) sore.
Pengamatan Kompas.com di lokasi sekitar pukul 15.25 WIB, puluhan bus antarkota terlihat berjejer di Jalan Medan Merdeka Timur, tepatnya di depan Stasiun Gambir.
Ratusan warga kemudian mulai turun satu per satu dari bus-bus tersebut dan berjalan menuju pintu masuk Monas di Silang Monas Timur Laut.
Warga yang datang terlihat kompak mengenakan pakaian berwarna putih.
Beberapa kelompok juga membawa bendera-bendera kecil yang diikat pada batang kayu.
Arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Timur dari arah Tugu Tani mengalami kepadatan karena bus-bus tersebut berhenti di pinggir jalan.
Sebagian mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan bus-bus agar tidak menghalangi jalan.
Untuk diketahui, Kementerian Agama menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026), sebagai penanda dimulainya Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung mulai pukul 17.00 hingga 21.30 WIB.
“Mari kita sambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta para tokoh lintas agama di Lapangan Monas,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Akses masuk ke area acara dibuka sejak pukul 15.00 WIB melalui pintu pemeriksaan keamanan di sisi utara dan selatan Monas.
Bagi masyarakat yang tidak dapat masuk ke area utama, panitia menyiapkan layar LED di sejumlah titik di luar area acara agar seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat disaksikan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan, Zikir dan Doa Kebangsaan akan diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan kebangsaan, mulai dari zikir bersama, khataman Al Quran, shalat Magrib berjamaah, penampilan hadrah, hingga Shalawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Acara juga akan diisi pembacaan ayat suci Al Quran oleh Muhammad Zian Fahrezi serta doa bersama lintas agama yang dipimpin tokoh agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.
“Tersedia pula ratusan toilet, serta area wudu dengan sekitar 1.000-1.500 keran untuk kenyamanan seluruh hadirin,” kata Kamaruddin.
Sumber: Kompas.com