Nasib Satpam Fiktor Semakin Mujur, Dari Diintimidasi Polisi Pengendara Alphard hingga Masuk Acara TV
Putra Dewangga Candra Seta August 01, 2026 07:05 PM

 

SURYA.co.id – Nasib satpam proyek MRT Jakarta, Fiktor Harefa, berubah drastis dalam beberapa hari terakhir.

Setelah viral akibat insiden dengan pengendara Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Fiktor kini justru menerima gelombang apresiasi dari berbagai pihak.

Tak hanya memperoleh penghargaan atas integritasnya saat bertugas, Fiktor juga diundang tampil dalam program televisi nasional.

Di tengah perhatian publik yang terus mengalir, ia memilih tetap fokus menjalankan pekerjaannya sebagai petugas keamanan proyek MRT Jakarta.

Perjalanan Fiktor menjadi sorotan karena dinilai menunjukkan bagaimana sebuah peristiwa viral dapat membuka banyak peluang baru.

Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin terlena dan tetap mengutamakan tanggung jawab sebagai petugas keamanan.

Banjir Apresiasi, Fiktor Terima Security Integrity Award

TOLAK - (kiri) Fiktor Harefa, satpam proyek MRT yang viral usai terlibat cekcok dengan pengemudi mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), saat memberikan keterangan di Mapolsek Metro Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (24/7/2026) sore. (kanan) Tiga anggota kepolisian di Polda Jabar menandatangani surat kesepakatan damai dengan satpam Fiktor. Setelah viral, Fiktor mendapat tawaran kerja dari Dedi Mulyadi tapi ditolak.
TOLAK - (kiri) Fiktor Harefa, satpam proyek MRT yang viral usai terlibat cekcok dengan pengemudi mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), saat memberikan keterangan di Mapolsek Metro Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (24/7/2026) sore. (kanan) Tiga anggota kepolisian di Polda Jabar menandatangani surat kesepakatan damai dengan satpam Fiktor. Setelah viral, Fiktor mendapat tawaran kerja dari Dedi Mulyadi tapi ditolak. (kompas.com)

Salah satu kabar terbaru yang dibagikan Fiktor melalui akun Instagram pribadinya adalah penerimaan penghargaan Security Integrity Award dari Duta Garuda Piranti Prima (DPP).

Dalam unggahan media sosialnya, Fiktor menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diterimanya.

"Terimakasih banyak Bapak/ibu DUTA GARUDA PIRANTI PRIMA (DPP) telah memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas insiden ini." dikutip SURYA.co.id

Berdasarkan isi sertifikat, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, keberanian, integritas, serta profesionalisme Fiktor dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja.

Penghargaan itu menjadi salah satu bukti bahwa aksi Fiktor saat bertugas mendapat perhatian luas, tidak hanya dari masyarakat tetapi juga dari kalangan profesional di bidang keamanan.

Baca juga: Usai Viral Diintimidasi 3 Polisi Pengendara Alphard, Ini Alasan Satpam Fiktor Tolak Tawaran KDM

Dari Proyek MRT ke Layar Televisi Nasional

Keberuntungan Fiktor tidak berhenti pada penghargaan. Ia juga mendapat undangan menjadi bintang tamu dalam program komedi Lapor Pak.

Melalui media sosial, Fiktor membagikan sejumlah momen saat proses syuting berlangsung. Dalam foto-foto yang diunggah, ia tampak berfoto bersama Andre Taulany dan Andhika Pratama.

Selain itu, Fiktor juga mengunggah cuplikan video ketika berada di lokasi syuting bersama Oki Rengga, Ayu Ting Ting, dan Andhika Pratama.

Undangan ke acara televisi tersebut semakin memperlihatkan besarnya perhatian publik terhadap sosok Fiktor setelah insiden yang sempat viral di media sosial.

Tidak hanya penghargaan dan undangan televisi, Fiktor juga menerima dukungan dari sejumlah tokoh dan komunitas.

Dalam unggahan lainnya, ia memperlihatkan foto bersama Agus Susandi sambil mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan.

"Terimakasih Atas apresiasinya Bapak/ibu keluarga BPK.@bong_agus_susandi/Aliansi pejalan kaki semoga makin berkah, rejekinya melimpah,dan di jauhkan dari hal-hal buruk.Terimakasih terimakasih bapak????"

Ia kembali menuliskan rasa syukur melalui unggahan berikutnya.

"Terimakasih Atas apresiasinya Bapak/ibu dan keluarga @bong_agus_susandi Semoga tambah berkah, rejekinya melimpah dan semua keluarga di jauhkan dari hal-hal buruk."

Rangkaian dukungan tersebut menunjukkan simpati masyarakat yang terus berdatangan setelah kisah Fiktor menjadi perbincangan luas.

Tetap Memilih Bertahan Jadi Satpam MRT

PINDAH KERJAAN - Fiktor Harefa, satpam proyek MRT yang viral usai terlibat cekcok dengan pengemudi mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), saat memberikan keterangan di Mapolsek Metro Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (24/7/2026) sore. Meski masalahnya sudah selesai, tapi Fiktor mengajukan permintaan kepada Dedi Mulyadi untuk pindah kerja.
PINDAH KERJAAN - Fiktor Harefa, satpam proyek MRT yang viral usai terlibat cekcok dengan pengemudi mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), saat memberikan keterangan di Mapolsek Metro Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (24/7/2026) sore. Meski masalahnya sudah selesai, tapi Fiktor mengajukan permintaan kepada Dedi Mulyadi untuk pindah kerja. (kompas.com)

Di tengah meningkatnya popularitas, Fiktor justru memilih tetap bekerja sebagai Komandan Regu (Danru) pengamanan proyek MRT Jakarta.

Sebelumnya, ia sempat mendapat tawaran dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menjadi petugas keamanan di Gedung Sate, Bandung.

Namun, tawaran tersebut belum ia ambil.

"Nah, jadinya saya sudah memutuskan kerja di Jakarta saja dulu. Saya pilih untuk tetap di sini saja," kata Fiktor saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/7/2026).

Menurut Fiktor, keputusan itu diambil karena dirinya sudah merasa nyaman dengan lingkungan kerja yang baru dijalaninya sekitar tiga bulan terakhir.

"Alasannya ya sudah nyaman di tempat kerja yang ini sebenarnya. Iya sudah cukup nyaman sama orang-orangnya juga, sudah enak sih di sini, mau membereskan yang di sini," ucapnya.

Pernah Menganggur Setahun, Kini Rezeki Terus Berdatangan

Di balik berbagai keberuntungan yang kini dirasakan, Fiktor mengaku sempat melalui masa sulit.

Sebelum diterima sebagai petugas keamanan proyek MRT pada April 2026, ia pernah menganggur selama sekitar satu tahun di Jakarta.

"Sebelumnya itu saya pengangguran satu tahun. Saya di tempat saudara di Jakarta Barat dulu, kerja di konternya, konter HP. Bantu saudara dulu sekalian sambil nyari loker juga kemarin," cerita Fiktor.

"Akhirnya saya diterima kerja jadi petugas keamanan di situ, di konstruksi proyek MRT," tuturnya.

Pengalaman tersebut membuat Fiktor lebih menghargai pekerjaannya saat ini.

Baginya, kenyamanan bekerja dan kesempatan yang telah diberikan jauh lebih penting dibanding mengejar popularitas sesaat.

Viral karena Insiden Alphard, Kini Kembali Fokus Bekerja

Nama Fiktor Harefa mulai dikenal publik setelah insiden dengan tiga anggota polisi yang menggunakan mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Peristiwa itu menjadi viral di media sosial dan memicu perhatian masyarakat terhadap sikap Fiktor saat menjalankan tugas.

Meski kini menerima banyak penghargaan dan undangan dari berbagai pihak, Fiktor mengaku telah kembali menjalankan aktivitasnya sebagai petugas keamanan seperti biasa sejak Senin (27/7/2026).

Perjalanan Fiktor Harefa menunjukkan bagaimana sebuah peristiwa viral dapat mengubah arah kehidupan seseorang.

Namun, yang lebih menarik bukan hanya banyaknya penghargaan atau undangan televisi yang diterimanya, melainkan sikapnya yang memilih tetap bertahan di pekerjaan yang baru ia peroleh setelah sempat menganggur selama setahun.

Keputusan tersebut memperlihatkan bahwa stabilitas pekerjaan dan loyalitas terhadap tanggung jawab masih menjadi prioritasnya.

Jika konsisten menjaga profesionalisme, bukan tidak mungkin perhatian publik yang kini diterimanya dapat membuka peluang karier yang lebih besar di masa mendatang, baik di bidang keamanan maupun ruang publik lainnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.