SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Dunia musik Tanah Air kembali kehilangan salah satu musisi terbaiknya usai bassis Pas Band, Bambang Sutrisno atau Trisno, meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) pukul 14.30 WIB.
Kepergian sang bassist dikonfirmasi langsung oleh sang drummer, Sandy Andarusman, melalui unggahan di media sosial miliknya.
Musisi senior ini mengembuskan napas terakhirnya setelah sempat menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis di ruang ICU.
'Innalillahi wainnailaihi rojiuun... Telah berpulang ke Rahmatullah saudara kami, bassist kami @tris_noize jam 14:30 hari ini 1 Agustus 2026,' tulis Sandy dikutip, Sabtu (1/8/2026).
Baca juga: Maling Gawang di Wisma Persebaya Cuma Untung Rp450 Ribu, Korban Rugi Rp30 Juta
Sandy juga mengajak rekan, sahabat, dan para penggemar untuk membacakan Surah Al-Fatihah serta memaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidup.
'Mohon berkenan teman-teman membacakan Alfatihah, memaafkan segala kesalahan almarhum,' lanjutnya.
Dalam unggahan yang sama, Sandy menyebut jenazah Trisno rencananya akan dimakamkan di Bandung pada Minggu (2/8/2026).
'Insha'Allah besok pagi akan dimakamkan di Bandung,' lanjutnya.
Sebelumnya, kondisi Trisno sempat mengalami kritis dan harus menjalani perawatan intensif di ICU.
'Dapat kabar malam ini, Trisno kritis di ICU mohon dimaafkan segala kesehatan bro Tris...,' tulis Sandy.
Diketahui, Trisno sempat menjalani perawatan intensif setelah didiagnosis mengalami gagal ginjal.
Drummer Pas Band, Sandy Andarusman, mengungkapkan kondisi kesehatan Trisno sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan sejak beberapa tahun terakhir.
"Sebenernya sudah beberapa tahun ini kami melihat ada yang enggak beres sama kesehatan Trisno, seperti kaki yang membengkak, agak kurus. Tapi memang Trisno itu rock n roll banget, enggak mau benar-benar periksa ke dokter," kata Sandy kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Kamis (23/7/2026).
Baca juga: Kronologi Lansia Jatuh 150 Meter di Wisata Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Sempat Banyak Termenung
Beberapa bulan lalu, Trisno sempat menjalani pemeriksaan kesehatan.
Saat itu dokter menemukan indikasi gangguan pada liver dan tekanan darah tinggi.
"Hasil pemeriksaan beberapa bulan lalu memang ada indikasi gangguan di liver dan darah tinggi," ucapnya.
Kondisi Trisno kemudian memburuk pada pekan lalu.
Personel Pas Band akhirnya membawa sang basis ke rumah sakit karena tubuhnya sudah sangat lemah.
"Baru minggu lalu akhirnya benar-benar kita bawa ke rumah sakit karena sudah lemah di rumah. Akhirnya ketahuan terjadi gagal ginjal dan kira-kira fungsinya tinggal 5 persen, dan harus cuci darah," jelas Sandy.
Baca juga: Gemparkan Warga Bondowoso, Aiptu Ardi Viral Ringkus Curanmor Bercelurit Tanpa Rompi Antipeluru
Tak hanya mengalami gagal ginjal, Trisno juga diketahui memiliki sumbatan pembuluh darah di kepala yang berpotensi memicu stroke.
"Yang bikin lebih berat karena ada sumbatan darah di kepala yang bisa ke arah stroke, maka dilakukan operasi penghentian sumbatan," lanjutnya.
Selama Trisno masih dalam pemantauan tim medis, Sandy mengatakan kunjungan terhadap rekannya itu dibatasi agar proses pemulihan berjalan maksimal.
"Kunjungan benar-benar dibatasi karena masih rawan kejang akibat operasi kalau terlalu aktif berpikir," katanya.
Di tengah kondisi tersebut, aktivitas manggung Pas Band tetap berjalan dengan menggunakan pemain bass pengganti.
"Jadwal Pas Band masih berjalan dengan bassist pengganti," ujar Sandy.
Sandy pun menyebut Trisno masih rutin menjalani cuci darah.
Baca juga: BREAKING NEWS: Bus Gunung Harta Jakarta-Jember Terbakar di Tol Caruban-Nganjuk Angkut 30 Penumpang
Menurut Sandy, kemungkinan transplantasi ginjal juga menjadi salah satu opsi penanganan yang akan dipertimbangkan saat itu.
"Kondisi terakhir masih intens cuci darah sampai ada kemungkinan untuk cangkok ginjal," tutupnya.
Akan tetapi kini, takdir berkata lain. Sang musisi tangguh tersebut telah mengembuskan napas terakhirnya dan beristirahat dengan tenang, meninggalkan jejak karya serta kenangan mendalam bagi panggung musik Tanah Air.
(Tribunnews.com/Tribunnews.com/Fauzi Nur Alamsyah)