Fenomena Pagar Tinggi di Mal Disorot, Pengamat Singgung Kecemasan Pelaku Usaha
Muhammad Zulfikar August 01, 2026 07:36 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar kebijakan publik Trubus Rahardiansyah menilai fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta mencerminkan adanya kecemasan di kalangan pelaku usaha, terhadap potensi meningkatnya gejolak keamanan. 

Menurutnya, langkah tersebut dipicu kekhawatiran akan terulangnya kerusuhan seperti yang pernah terjadi pada 1998.

Baca juga: Hasan Nasbi soal Pagar Tinggi di Mal: Jangan Besarkan Narasi Penebar Ketakutan

Meski begitu ia juga menilai pemasangan pagar tinggi di kawasan mal merupakan tindakan yang berlebihan.

"Kalau itu (pemasangan pagar tinggi) seperti Pakuwon Mall di Jakarta maupun Surabaya, karena kekhawatiran terjadi seperti (kerusuhan) 1998," kata Trubus dihubungi Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya kekhawatiran itu dipicu oleh aksi demonstrasi pada Agustus tahun lalu di sejumlah kota besar diwarnai kericuhan, serta menimbulkan kerusakan dalam skala cukup besar.

"Dugaan Agustus 2026 ini akan akan eskalasinya lebih tinggi lagi. Itu dugaan yang dirasakan oleh para pelaku usaha," ucapnya.

Trubus menegaskan pemasangan pagar tinggi tersebut berlebihan.

"Harusnya enggak boleh memasang itu, tak elok memang. Pak Pramono Anung harus bertindak keras, dibongkar. Kalau cuma mengimbau doang, dicuekin," tandasnya.

Baca juga: James Riady: Lippo Tak Akan Pasang Pagar Tinggi di Mal, Ini Alasannya

Diketahui sejumlah pusat perbelanjaan atau mal di kota-kota besar Indonesia mendadak dipasangi pagar tinggi.

Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan publik terkait urgensi dan alasan dibaliknya.

Beberapa mal yang telah menerapkan pemasangan pagar antara lain Pakuwon Mall Surabaya, Royal Plaza, Tunjungan Plaza, dan Pakuwon City Mall.

Sementara yang belakangan viral adalah Mal Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta Selatan.

Sejumlah mal tersebut sama-sama berada di bawah pengelolaan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.