TRIBUNWOW.COM – Kasus mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jessica Sofia Tunardjo, yang diduga mengalami depresi setelah berulang kali gagal menjalani sidang skripsi mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Jessica saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Wirasakti Kupang.
Sebelumnya, video berdurasi 31 detik yang memperlihatkan Jessica histeris hingga tergeletak di lantai viral di media sosial.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Rektor Undana Jefri S Bale bersama jajaran pimpinan universitas menjenguk Jessica di rumah sakit pada Sabtu (1/8/2026).
Dalam kunjungan itu, Jefri mengungkapkan bahwa Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, turut memberikan perhatian kepada Jessica.
Melalui panggilan video, Brian menyampaikan dukungan moril sekaligus memastikan pemerintah akan membantu proses penyelesaian studi Jessica.
"Pak Menteri sudah berkomunikasi langsung melalui video call dengan adik Jessica, menanyakan kesehatannya dan memastikan bahwa Kementerian mendukung penyelesaian studinya hingga menjadi sarjana," kata Jefri.
Kampus Pastikan Hak Akademik Tetap Dipenuhi
Jefri menjelaskan, kunjungan pihak universitas dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) tersebut.
Baca juga: Viral Batal Sidang Skripsi 12 Kali, Mahasiswi Asal Kupang Ini Alami Tekanan Psikologis Berat
Ia menegaskan, pihak kampus berkomitmen mengawal penyelesaian persoalan akademik Jessica setelah kondisi kesehatannya pulih.
"Kami datang untuk melihat dan minimal memberikan dukungan serta menyampaikan bahwa secara kelembagaan universitas mendukung dan berkomitmen menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mahasiswa," ujarnya.
Menurut Jefri, fokus utama saat ini adalah pemulihan kondisi kesehatan Jessica.
Meski demikian, Undana memastikan seluruh hak akademik Jessica tetap akan dipenuhi.
"Kami meminta supaya keluarga dan adik Jessica fokus dulu pada pemulihan kesehatannya. Terkait kelanjutan studi dan proses akademik selanjutnya, kami pastikan ke depan adik Jessica akan memperoleh seluruh haknya," tegasnya.
Ia juga menyebut kondisi Jessica mulai menunjukkan perkembangan positif meski masih membutuhkan proses pemulihan.
Fakultas Gelar Rapat Koordinasi
Sementara itu, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Undana, Apris, mengaku menyesalkan peristiwa yang dialami mahasasiswinya.
Menurutnya, begitu mengetahui kejadian tersebut, pihak fakultas langsung menggelar rapat koordinasi yang melibatkan wakil dekan, kepala tata usaha, ketua program studi, serta pihak terkait lainnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi sekaligus menentukan penyelesaian persoalan.
"Prinsip kami satu, persoalan ini harus segera diselesaikan karena dosen dan mahasiswa merupakan keluarga besar FKM," katanya.
Apris menambahkan, fakultas juga telah berkoordinasi dengan dosen pembimbing dan sebagian dosen penguji.
Namun, klarifikasi terhadap salah satu dosen penguji masih ditunda karena yang bersangkutan sedang berduka atas meninggalnya anggota keluarga.
Pihak fakultas berencana melanjutkan proses klarifikasi setelah masa berkabung selesai agar seluruh informasi dapat diperoleh secara lengkap. (*)