RSUD Bireuen Luncurkan Aplikasi LIBAT, Obat Pasien Kini Bisa Diantar ke Rumah
Saifullah August 01, 2026 09:23 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – RSUD dr Fauziah Bireuen terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 

Salah satu terobosan terbaru yang dihadirkan adalah peluncuran Aplikasi Layanan Intat Ubat (LIBAT), sebuah layanan berbasis digital yang memungkinkan pasien menerima obat langsung di rumah tanpa harus mengantre di apotek rumah sakit.

Peluncuran aplikasi tersebut berlangsung di halaman RSUD dr Fauziah Bireuen, Jumat (31/7/2026), dengan mengusung tema "Solusi Tanpa Antri, Obat Diantar Sampai ke Rumah." 

Kegiatan itu dihadiri Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST, Dandim 0111/Bireuen, Letkol Inf Dikdik Sukayat, SIP, MIP, unsur Forkopimda, jajaran manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Bupati Bireuen, Mukhlis menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilahirkan RSUD dr Fauziah. 

Menurutnya, layanan LIBAT menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan cepat dan efisien.

Baca juga: RSUD dr. Fauziah Bireuen Sudah Bisa Kateterisasi Jantung

Ia mengatakan, konsep "Intat Ubat" atau mengantarkan obat langsung ke rumah merupakan bentuk transformasi pelayanan publik yang mampu memangkas waktu tunggu pasien setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

"Selama ini, pasien masih harus mengantre di depo farmasi setelah selesai berkonsultasi dengan dokter,” kata Bupati. 

“Melalui layanan ini, pasien cukup melakukan pendaftaran dan obat akan diantar dengan aman hingga ke rumah," ujar Mukhlis.

Menurutnya, inovasi tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam mendorong digitalisasi layanan publik agar semakin mudah diakses masyarakat.

Sementara itu, Founder LIBAT, Chairil Maulana, ST menjelaskan, aplikasi tersebut dikembangkan sebagai jawaban atas salah satu persoalan yang paling sering dikeluhkan pasien, yakni lamanya antrean saat mengambil obat di instalasi farmasi rumah sakit.

Melalui aplikasi LIBAT, pasien rawat jalan tidak lagi diwajibkan menunggu hingga obat selesai disiapkan. 

Setelah dokter memberikan resep secara digital, pasien dapat langsung pulang dan melakukan proses pemesanan layanan pengantaran obat melalui aplikasi yang telah tersedia di telepon pintar.

Chairil menjelaskan, sistem yang diterapkan dirancang sesederhana mungkin agar mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Setelah pasien melakukan registrasi resep melalui aplikasi, petugas farmasi akan melakukan verifikasi, menyiapkan obat sesuai resep dokter, kemudian mengemasnya berdasarkan standar operasional yang berlaku.

Selanjutnya, obat akan dikirim menggunakan jasa kurir yang telah bekerja sama dengan rumah sakit sehingga keamanan, ketepatan, dan kualitas obat tetap terjaga hingga tiba di tangan pasien.

Menurut Chairil, layanan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Terutama pasien lanjut usia, penderita penyakit kronis yang harus rutin mengonsumsi obat, maupun masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu dan sarana transportasi.

Selain memberikan kemudahan bagi pasien, penerapan aplikasi LIBAT juga diyakini mampu mengurangi kepadatan di ruang tunggu depo farmasi. 

Berkurangnya antrean akan membuat suasana pelayanan di rumah sakit menjadi lebih tertib, nyaman, dan efisien.

Manajemen RSUD dr Fauziah berharap inovasi digital tersebut menjadi langkah awal dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin modern, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. 

Ke depan, rumah sakit juga akan terus mengembangkan berbagai layanan berbasis teknologi guna mendukung transformasi pelayanan kesehatan di Kabupaten Bireuen.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.