Merasa Sulit Lepas dari Handphone? Ini Tanda-Tanda Kamu Perlu Digital Detox
Joko Widiyarso August 01, 2026 11:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM- Pernahkah Tribunners berniat membuka ponsel hanya untuk membalas satu pesan, tetapi tanpa sadar malah berakhir scrolling media sosial selama hampir satu jam? 

Di era serba digital seperti sekarang, ponsel dan internet memang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. 

Mulai dari bekerja, belajar, mencari hiburan, hingga berkomunikasi dengan orang lain, hampir semuanya dilakukan melalui layar.

Meski membawa banyak manfaat, penggunaan gawai yang berlebihan juga dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental. 

Karena itu, belakangan ini istilah digital detox semakin sering dibahas sebagai salah satu cara untuk membantu seseorang mengambil jeda dari paparan layar dan media digital.

Lalu, kapan sebenarnya seseorang perlu melakukan digital detox? Berikut beberapa tanda yang patut diperhatikan.

Apa Itu Digital Detox?

Digital detox adalah upaya mengurangi atau menghentikan penggunaan perangkat digital, seperti ponsel, komputer, atau media sosial, untuk sementara waktu. 

Tujuannya bukan untuk menghindari teknologi sepenuhnya, melainkan memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat dari paparan informasi yang datang tanpa henti.

20260108- Ilustrasi digital detox
ILUSTRASI- mengurangi penggunaan handphone untuk memberi waktu istirahat bagi tubuh dan pikiran. (Generated by ChatGPT)

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital secara berlebihan dapat berkaitan dengan meningkatnya stres, gangguan tidur, hingga menurunnya konsentrasi. 

Karena itu, meluangkan waktu sejenak tanpa layar dapat membantu seseorang merasa lebih tenang dan kembali fokus pada aktivitas di dunia nyata.

Tanda-Tanda Kamu Mungkin Perlu Digital Detox

Beberapa kebiasaan berikut bisa menjadi sinyal bahwa tubuh dan pikiranmu membutuhkan waktu istirahat dari perangkat digital.

1. Sulit Berhenti Scrolling
Berniat membuka media sosial selama lima menit, tetapi tiba-tiba satu jam sudah berlalu?

Kebiasaan ini sering terjadi karena algoritma media sosial dirancang agar pengguna terus menemukan konten baru. 

Jika kamu merasa sulit menghentikan scrolling meski sebenarnya tidak ada tujuan tertentu, bisa jadi ini saatnya mengurangi waktu penggunaan layar.

2. Merasa Gelisah Saat Jauh dari Ponsel
Pernah panik ketika ponsel tertinggal di kamar atau baterainya habis? Sesekali merasa khawatir memang wajar. 

Namun, jika rasa gelisah muncul terus-menerus hingga mengganggu aktivitas, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa kamu terlalu bergantung pada perangkat digital.

3. Terlalu Sering Mengecek Notifikasi
Meski tidak ada bunyi atau getaran, tangan terasa otomatis mengambil ponsel untuk memastikan apakah ada pesan atau notifikasi baru. 

Kebiasaan ini dapat membuat perhatian mudah terpecah dan mengurangi kemampuan untuk fokus pada pekerjaan atau aktivitas yang sedang dilakukan.

4. Sulit Berkonsentrasi
Sering berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain dalam waktu singkat dapat membuat otak terbiasa menerima banyak rangsangan sekaligus. 

Akibatnya, menyelesaikan satu pekerjaan tanpa terdistraksi menjadi terasa lebih sulit dibanding sebelumnya.

5. Waktu Tidur Berkurang karena Bermain HP
Banyak orang berencana tidur lebih awal, tetapi akhirnya tetap terjaga karena menonton video atau scrolling media sosial. 

Cahaya biru dari layar gawai juga diketahui dapat mengganggu produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh bersiap untuk tidur.

6. Mata dan Tubuh Mudah Lelah
Menatap layar dalam waktu lama dapat menyebabkan mata terasa kering, pegal, atau cepat lelah. 

Selain itu, duduk terlalu lama sambil menggunakan perangkat digital juga bisa memicu keluhan pada leher, bahu, dan punggung.

7. Lebih Fokus pada Layar daripada Orang di Sekitar
Saat sedang berkumpul bersama keluarga atau teman, apakah perhatianmu lebih banyak tertuju pada ponsel? 

Jika iya, mungkin sudah waktunya memberi batas penggunaan ponsel agar momen bersama orang terdekat tidak terus-menerus terganggu.

Cara Memulai Digital Detox

Digital detox tidak harus dilakukan secara ekstrem. Kamu bisa memulainya dengan langkah-langkah sederhana berikut.

  • Tentukan waktu bebas gawai, misalnya 30–60 menit sebelum tidur.
  • Matikan notifikasi yang tidak terlalu penting agar tidak mudah terdistraksi.
  • Hindari membawa ponsel ke meja makan atau saat berkumpul bersama keluarga.
  • Batasi penggunaan media sosial dengan fitur pengingat waktu layar (screen time).
  • Luangkan waktu untuk aktivitas lain, seperti membaca buku, berolahraga, berjalan santai, atau mencoba hobi baru.
  • Letakkan ponsel di luar jangkauan saat sedang belajar atau bekerja agar lebih fokus.

Mengurangi, Bukan Menghindari Teknologi

Digital detox bukan berarti harus berhenti menggunakan teknologi sepenuhnya. 

Mengingat sebagian besar aktivitas saat ini memang bergantung pada perangkat digital, yang lebih penting adalah membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara bijak dan seimbang.

Dengan memberi jeda sesekali dari layar, tubuh dan pikiran memiliki kesempatan untuk beristirahat. 

Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan sederhana ini dapat membantu meningkatkan fokus, memperbaiki kualitas tidur, serta membuat waktu bersama orang-orang terdekat terasa lebih bermakna.

(MG Mayumi Cinta Mahesi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.