Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Nusa Tenggara Timur (NTT), meminta dukungan Pemerintah Australia untuk mempercepat pembangunan fasilitas cricket berstandar internasional di Kupang sebagai bagian dari persiapan menghadapi PON 2028.
Ketua PCI NTT Dr. Inche DP Sayuna menyampaikan itu ketika menyambut Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Bruce Brazier, bersama rombongan pada kegiatan APV Cricket Site Visit di SKO Flobamorata Kupang, Sabtu (1/8/2026).
Dalam sambutannya, Dr. Inche menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dubes Australia yang dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kerja sama kedua negara melalui pengembangan olahraga cricket di NTT.
"Merupakan suatu kehormatan bagi kami menyambut Yang Mulia Duta Besar Australia untuk Indonesia beserta rombongan di Kupang. Kehadiran ini menjadi semangat baru bagi pengembangan cricket di NTT," katanya.
Baca juga: Dubes Australia Tinjau Pembinaan Cricket NTT, Bermain Bersama Atlet
Menurut Inche, perkembangan cricket di NTT tidak terlepas dari hubungan sejarah yang erat dengan Australia. Pembinaan yang dimulai oleh Bruce Christie pada 2008 telah melahirkan banyak atlet nasional sekaligus pelatih asal NTT yang kini berkontribusi dalam pembinaan cricket di berbagai daerah di Indonesia.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Australia atas dukungan melalui program relawan, khususnya kehadiran Michelle (Susi Michelle) yang selama enam bulan terakhir mendampingi atlet di SKO Flobamorata.
"Kontribusi Michelle sangat berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan atlet kami. Kami berharap masa penugasannya dapat diperpanjang, bahkan bila memungkinkan ditambah satu relawan lagi untuk semakin memperkuat pembinaan cricket di NTT," ujarnya.
Dr. Inche menjelaskan, PCI NTT bersama Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang saat ini tengah membangun kawasan cricket berstandar internasional di atas lahan seluas enam hektare.
Kawasan tersebut, kata Ketua IWAPI NTT ini, akan memiliki tiga lapangan, terdiri atas dua lapangan luar ruang dan satu lapangan dalam ruang, lengkap dengan enam pitch turf.
Baca juga: Dubes Australia Terkesan Atlet Cricket NTT
Pembangunan lapangan pertama ditargetkan rampung tahun ini sebagai bagian dari kesiapan NTT menjadi tuan rumah PON 2028 bersama NTB.
"Kawasan ini tidak hanya menjadi pusat pembinaan olahraga, tetapi juga kami konsep sebagai kawasan sport tourism. Kami menyiapkan dua unit kapal agar para atlet maupun tamu dapat menikmati wisata bahari dengan berlayar dan memancing di pulau-pulau kecil sekitar NTT," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Inche juga memohon dukungan Dubes Australia agar mempercepat kedatangan kurator asal Australia, Jack Malvin, yang akan membantu pembangunan pitch turf internasional.
Menurutnya, kehadiran Jack Malvin sangat penting agar proses pembangunan lapangan dapat selesai sesuai target pada tahun ini.
Selain itu, PCI NTT telah merencanakan penyelenggaraan Turnamen Persahabatan Internasional yang melibatkan Indonesia, Australia, Timor Leste, dan India pada Juli 2027.
"Kami berharap Yang Mulia Duta Besar dapat kembali hadir di NTT pada Juli tahun depan untuk meresmikan lapangan cricket ini sekaligus membuka turnamen persahabatan internasional tersebut," kata Dr. Inche.
Ia menegaskan, kerja sama Indonesia dan Australia melalui olahraga cricket diharapkan terus berkembang dan menjadi jembatan persahabatan yang semakin erat antara kedua negara, sekaligus mendorong NTT menjadi salah satu pusat pengembangan cricket di Indonesia. (fan)