Dua Bek 18 Tahun Melawan Monster, Mourinho Kecewa Real Madrid Buang Keunggulan 2-0 Jadi 2-2
Beri Bagja August 02, 2026 06:33 AM

JAVIER SORIANO/AFP
Jose Mourinho saat memimpin sesi latihan Real Madrid di Valdebebas (24/7/2026).

BOLASPORT.COM - Jose Mourinho menunjukkan gestur kecewa setelah Real Madrid gagal mempertahankan keunggulan dalam laga uji coba melawan Fiorentina.

Los Blancos membuka agenda pramusim 2026-2027 dengan menghadapi Fiorentina di Sportpark Klagenfurt, Austria, Sabtu (1/8/2026).

Partai ini sejatinya bukan laga pertama Real Madrid di musim kompetisi baru yang menandakan awal rezim kedua Jose Mourinho.

Mereka mengalahkan Alcorcon (1-0) dan Leganes (4-1) dalam agenda sparing tertutup di markas latihan tim, Valdebebas, pada 24 dan 28 Juli.

Namun, baru pada akhir pekan ini aksi-aksi pasukan Mourinho bisa disaksikan fan secara terbuka.

Sayang bagi Los Blancos, hasilnya tidak begitu memuaskan. Real Madrid memperlihatkan kerapuhan saat meladeni lawan yang kelihatan lebih siap secara fisik.

Tim runner-up Liga Spanyol musim lalu menampilkan dua wajah berbeda selama pertandingan.

Mereka membuang keunggulan 2-0, tapi lantas membiarkan lawan berkembang dan menyamakan skor 2-2.

Laman resmi Real Madrid mencatat Endrick sebagai pencetak gol pertama Los Blancos di musim baru ini setelah menjebol gawang Fiorentina di menit ke-12.

Penyerang lincah asal Brasil itu menerima umpan matang Alvaro Carreras di dalam kotak penalti.

Dia mengontrolnya dengan satu sentuhan, lalu melepaskan tembakan kaki kiri menyilang ke pojok gawang David de Gea.

Sebuah modal bagus bagi Endrick, yang berjuang mendapatkan tempat kembali setelah musim lalu disekolahkan ke Lyon.

Madrid kemudian menggandakan skor 12 menit kemudian lewat aksi pemain akademi, Alexis Ciria (24').

Ia menyambar umpan Eduardo Camavinga melalui tembakan ke sudut yang sama dengan gol pertama.

 

Sesaat sebelum turun minum, Fiorentina memperkecil margin 1-2 lewat gol Roberto Piccoli (41').

Umpan tajam Alex Jimenez yang didahului aksi giringan menawan diselesaikan Piccoli dengan tembakan kencang di dalam kotak.

Angin pun berbalik memihak Fiorentina di babak kedua. Masuknya pion andalan macam Moise Kean dan Nicolo Fagioli meningkatkan serangan La Viola.

Hasilnya, Kean berhasil menyamakan skor 2-2 dengan sundulan jitu yang meneruskan crossing Fagioli dari sisi kiri (58').

Hebatnya, gol ini lahir hanya semenit setelah Kean dan Fagioli diboyong masuk pelatih Fabio Grosso.

Lenyapnya keunggulan dua gol menjadi sekadar skor imbang bikin Jose Mourinho kecewa.

Ekspresinya di tepi lapangan mencerminkan itu. Saat momen jeda minum, dia terlihat menceramahi pemain-pemainnya dengan saksama.

Selepas laga, pelatih kawakan asal Portugal itu mengakui pasukannya tampil bukan hanya dengan dua wajah berbeda, tetapi tiga wajah berlainan.

Di babak pertama, Mou berharap anak buahnya mencetak lebih banyak gol karena mendominasi permainan. Ia memuji permainan para personel belia, tapi masih kalah matang dari musuh yang lebih berpengalaman.

"Di telepon, saya melihat ujaran ‘Madrid dengan dua wajah.’ Ternyata Madrid memiliki tiga wajah: segar, lelah, dan sangat lelah."

"Tim yang segar bermain sangat baik, dan skor 2-1 di babak pertama terlalu kecil."

"Kualitas permainan di babak pertama sangat tinggi, dan kami bisa saja unggul tiga atau empat gol tanpa balas dengan nyaman."

"Di babak kedua, permainan menjadi lebih fisikal melawan tim Italia yang khas dengan kondisi fisik yang hebat."

 

"Mereka memberikan tekanan dan wajah kedua mulai terlihat di awal babak kedua."

"Setelah itu, kami melihat Moise Kean bermain di area penalti melawan dua pemain bertahan berusia 18 tahun, yang bermain bagus dan terus berkembang."

"Tetapi secara fisik, Joan Martinez dan Mario Rivas belum berada di level untuk menghadapi monster seperti Moise, yang merupakan pemain fantastis."

"Wajah ketiga adalah wajah yang sangat lelah, tetapi saya suka karena mereka tahu bagaimana menjadi sebuah tim untuk mengendalikan permainan, dan merebut kembali dominasi."

"Seperti yang saya katakan kepada para pemain sebelum pertandingan, Real Madrid tetaplah Real Madrid."

"Baik itu pertandingan persahabatan ataupun latihan, tetaplah Real Madrid. Kami harus berupaya untuk berkembang, tetapi juga meraih hasil untuk menghormati sejarah."

Meskipun mengakui keterbatasan waktu berlatih dengan materi seadanya, Mourinho senang dengan sikap pemainnya.

Ia memberikan debut bagi rekrutan anyar dari Inter Milan, Denzel Dumfries, yang dipuji sudah maksimal.

"Dumfries dan Endrick berlatih selama tiga hari dan bermain lebih dari 70 menit. Itu adalah upaya fantastis yang menandakan kemauan untuk memberikan yang terbaik."

"Saya juga senang melihat kualitas para pemain muda. Mereka campuran pemain akademi dengan tujuh personel utama yang kami miliki, dua di antaranya hanya berlatih selama tiga hari," ujar Mourinho, dikutip BolaSport.com dari laman klub.

The Special One berharap segera diperkuat pemain-pemain inti yang masih menjalani sisa cuti pasca-Piala Dunia agar dapat meramu skuad menjelang kompetisi sebenarnya.

"Saya khawatir karena tidak semua pemain hadir, dan saya ingin memiliki waktu tiga minggu untuk berlatih dengan pemain lainnya dan itu tidak mungkin."

"Senin besok, Vini, Brahim, dan Bernardo akan tiba. Dumfries, Carlos Espi, dan Endrick masih akan berlatih beberapa hari lagi"

"Sedikit demi sedikit, sampai para pemain yang bermain di semifinal dan final Piala Dunia tiba," tegasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.