TRIBUN-MEDAN.COM, LABUHANBATU-Sehari setelah menyalurkan beasiswa di Teluk Pulai Dalam, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs. Rapidin Simbolon, M.M., kembali menyerahkan bantuan pendidikan kepada pelajar kurang mampu di Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu, Jumat, 31 Juli 2026.
Penyaluran dipusatkan di Ruang Serbaguna Methodist 2, Jalan Bilah, Rantau Prapat. Sebanyak 99 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan menerima bantuan yang diperjuangkan Rapidin melalui koordinasi lintas komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI. Kegiatan itu turut dihadiri jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Labuhanbatu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu mengapresiasi program tersebut. Menurut dia, bantuan itu menjadi dukungan nyata bagi pelajar dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.
"Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena Bapak masih memberi perhatian kepada pelajar kurang mampu," katanya.
Besaran bantuan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, yakni Rp450 ribu untuk siswa SD, Rp700 ribu bagi siswa SMP, serta Rp1,8 juta untuk pelajar SMA dan SMK.
Di sela kegiatan, Rapidin berbincang dengan para orang tua penerima manfaat. Ia berharap bantuan itu benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan meringankan beban pendidikan keluarga.
Menurut Rapidin, akses pendidikan harus terus diperluas, termasuk bagi anak-anak yang tinggal di wilayah terpencil. Karena itu, meski tidak bertugas di komisi yang membidangi pendidikan, ia mengaku terus memperjuangkan tambahan kuota beasiswa melalui kerja sama lintas komisi di DPR RI.
"Ke depan akan terus kita upayakan penambahan kuota beasiswa dan tetap saya perjuangkan melalui lintas komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rapidin juga menyinggung pentingnya efektivitas penggunaan anggaran negara. Menurut dia, setiap program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), perlu dievaluasi secara berkala agar anggaran benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.
Rapidin turut menyoroti kondisi infrastruktur di Teluk Pulai Dalam yang baru saja dikunjunginya sehari sebelumnya. Ia mengatakan perjalanan menuju kawasan Leidong kembali memperlihatkan beratnya akses menuju desa tersebut.
"Kami melewati Tanjung Pasir dan Sialang Buah, sebelum memasuki ruas paling berat antara Teluk Binjai hingga Teluk Pulai Dalam. Lubang, kubangan, dan jalan yang nyaris hilang menjadi pemandangan sepanjang perjalanan," katanya.
Ia meminta masyarakat menyusun proposal pembangunan jalan agar dapat kembali diperjuangkan kepada pemerintah. Menurutnya, perbaikan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak agar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, dan akses pendidikan tidak lagi terkendala.
Program beasiswa di Labuhanbatu merupakan kelanjutan dari rangkaian penyaluran bantuan pendidikan yang sebelumnya telah menjangkau Kabupaten Samosir, Toba, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Labuhanbatu Utara. Setelah itu, program serupa dijadwalkan berlanjut ke sejumlah kabupaten lain di Sumatera Utara.(Jun-tribun-medan.com).