Jakarta (ANTARA) - Seorang petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur meninggal dunia saat memadamkan kebakaran lahan kosong yang dipenuhi sampah di Jalan Penggilingan Baru 1, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Ketua RW 03 Kelurahan Dukuh Irman Riyadi mengonfirmasi petugas yang gugur dalam tugas tersebut bernama Andriyono. Ia mengatakan korban mendadak sesak napas dan pingsan di lokasi akibat menghirup asap tebal yang mengumpul di area pemadaman.
"Posisi angin saat kejadian mengarah ke barat, membawa asap tebal ke arah petugas yang sedang bersiaga di sisi tersebut. Korban sempat pingsan di tempat akibat kehabisan oksigen," kata Irman di lokasi kebakaran, Minggu.
Dia mengungkapkan rekan-rekan sesama petugas langsung mengevakuasi korban keluar dari area kebakaran dan melarikannya ke Rumah Sakit Harapan Bunda untuk mendapatkan pertolongan medis secara intensif. Namun, nyawa petugas tersebut tidak dapat tertolong.
"Saat tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia. Kami, pihak pengurus lingkungan, telah melayat ke rumah duka untuk menyampaikan rasa duka cita yang mendalam," ujar Irman.
Kebakaran di lahan seluas sekitar 6.000 meter persegi itu bermula pada Sabtu (1/8) pagi. Api diduga bersumber dari anak-anak yang bermain api di area tumpukan sampah. Api tersebut kemudian membesar akibat hembusan angin kencang.
Proses pemadaman yang melibatkan petugas Gulkarmat bersama Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Dukuh itu sempat menghadapi kendala teknis di lapangan.
Tumpukan puing di bagian permukaan menyembunyikan material sampah di lapisan bawah, sehingga menimbulkan titik-titik api dalam tanah (ground fire) yang terus mengeluarkan asap pekat.
Hingga Minggu siang, petugas gabungan masih terus melakukan pendinginan dan penguraian material sampah untuk memastikan seluruh titik api dan asap benar-benar padam.





