TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA -Sebanyak 30.354 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Ribuan peserta diberangkatkan menggunakan lebih dari 600 armada bus dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat sebagai bagian dari dukungan Kementerian Agama dalam menyukseskan kegiatan nasional yang dihadiri lebih dari 100.000 jemaah tersebut.
Keikutsertaan puluhan ribu ASN tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang sebelumnya dipimpin Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si., bersama jajaran pimpinan Kanwil dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.
Rapat tersebut memastikan seluruh aspek teknis, mulai dari mobilisasi peserta, armada transportasi, titik kumpul, hingga mekanisme koordinasi berjalan dengan baik sehingga proses pemberangkatan dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Kepala Kanwil, Dudu Rohman mengatakan, kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah peserta terbesar merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
"Alhamdulillah, seluruh proses persiapan hingga pemberangkatan peserta dari Jawa Barat dapat berjalan dengan baik. Ini merupakan bentuk komitmen keluarga besar Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dalam mendukung agenda nasional yang sarat dengan nilai spiritual dan kebangsaan," ujarnya.
Menurutnya, Zikir dan Doa Kebangsaan bukan sekadar rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus memohon keberkahan bagi bangsa Indonesia.
"Melalui zikir dan doa bersama, kita memohon kepada Allah SWT agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan kekuatan untuk terus melangkah menjadi bangsa yang maju. Semoga semangat kemerdekaan tidak hanya diperingati setiap tahun, tetapi diwujudkan melalui pengabdian terbaik sebagai ASN Kementerian Agama," tuturnya.
Kakanwil juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, para kepala madrasah, kepala KUA, serta seluruh ASN yang telah berpartisipasi dan menjaga kedisiplinan selama proses pemberangkatan hingga pelaksanaan kegiatan di Monas.
"Kekompakan Jawa Barat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan terus terjaga di lingkungan Kementerian Agama. Terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras sehingga peserta dari Jawa Barat dapat mengikuti kegiatan ini dengan tertib, aman, dan penuh khidmat," katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Muhammad Nur Rochmat Robi Abdulrohim, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan mobilisasi lebih dari 30.000 ASN menggunakan lebih dari 600 armada bus merupakan hasil sinergi yang kuat antara Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.
Menurutnya, proses pemberangkatan telah dipersiapkan secara matang melalui penetapan titik kumpul di setiap daerah, pembentukan ketua rombongan dan ketua regu, serta penerapan sistem pemantauan kehadiran guna memastikan seluruh peserta berangkat dan kembali dengan tertib.
"Keberhasilan mobilisasi peserta ini merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran Kementerian Agama di Jawa Barat. Mulai dari tahap persiapan, koordinasi armada, hingga pelaksanaan di lapangan, semuanya berjalan dengan baik berkat komitmen dan kolaborasi seluruh pihak," ujar Robi.
Menag menambahkan bahwa keikutsertaan puluhan ribu ASN tersebut merupakan bentuk nyata dukungan keluarga besar Kementerian Agama Jawa Barat terhadap ikhtiar spiritual bangsa dalam menyambut Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kehadiran ribuan ASN bukan hanya untuk memenuhi kuota peserta, tetapi menjadi wujud pengabdian dan kebersamaan dalam memanjatkan doa bagi bangsa dan negara. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi Indonesia serta memperkuat semangat persatuan seluruh anak bangsa," tambahnya.
Di kawasan Monumen Nasional, suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan yang dihadiri lebih dari 100.000 jemaah dari berbagai kementerian dan lembaga, tokoh agama, pelajar, santri, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, khatmil Al-Qur'an, salawat kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, serta doa lintas agama yang dipimpin para tokoh agama sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.
Dalam sambutannya, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menegaskan bahwa zikir dan doa merupakan ikhtiar spiritual bangsa dalam mengisi kemerdekaan serta menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
"Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri," ujarnnya.