Pramono Siapkan 'Warisan' untuk Jakarta, Pergub Lembaga Adat Betawi Segera Diresmikan
Wahyu Septiana August 02, 2026 12:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menyiapkan warisan jangka panjang untuk adat dan juga kebudayaan Betawi.

Ia menegaskan komitmennya menuntaskan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.

Regulasi tersebut disebutnya untuk menjaga identitas budaya Betawi di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global.

Komitmen itu disampaikan Pramono saat menghadiri Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Area Parkir C3 Kemayoran, Jalan Benyamin Suaeb, Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Pramono, keberadaan Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, khususnya Pasal 31 yang mengatur pelibatan lembaga adat dan kebudayaan Betawi dalam memajukan kebudayaan.

Pramono juga mengajak seluruh pihak menerima apabila Pergub tersebut nantinya resmi diterbitkan.

"Pergub ini adalah peninggalan kita dalam masa yang panjang," tandasnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan sambutan dalam acara Cita Loka Fest 2026 yang digelar di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan sambutan dalam acara Cita Loka Fest 2026 yang digelar di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026). (TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci)

Budaya Betawi Diperkuat

Pramono mengatakan upaya memperkuat budaya Betawi sudah mulai diterapkan dalam berbagai aktivitas pemerintahan di Balai Kota DKI Jakarta.

Salah satunya dengan mewajibkan pejabat mengenakan busana adat Betawi saat pelantikan.

Pejabat perempuan menggunakan Kebaya Encim, sedangkan pejabat laki-laki mengenakan Ujung Serong.

Tak hanya itu, Bir Pletok dan Dodol Betawi kini juga menjadi sajian yang disediakan bagi tamu yang datang ke Balai Kota.

Pemprov DKI, lanjut Pramono, juga terus mendorong pelaksanaan tradisi Betawi, mulai dari Lebaran Betawi, Andilan Kebo, hingga menggagas penyelenggaraan haul bagi ulama dan habaib Betawi.

"Upaya mewujudkan Jakarta menuju kota global tidak sekadar pembanguna fisik. Upaya itu juga harus diimbangi dengan penguatan budaya agar tidak tercabut dari akarnya," tegas Pramono.

Dukung Gagasan 500 Kali Khataman

Dalam kesempatan tersebut, Pramono turut mengapresiasi usulan Ketua Umum FBR, Lutfhi Hakim, yang menginisiasi pelaksanaan 500 kali khataman Al-Qur'an oleh masyarakat dalam rangka peringatan lima abad Jakarta pada tahun depan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama untuk masa depan Jakarta.

Acara Lebaran Betawi yang digelar di simpang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4/2023).
Acara Lebaran Betawi yang digelar di simpang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4/2023). (Elga Hikari Putra/TribunJakarta.com)

"Kegiatan yang melibatkan masyarakat dari akar rumput itu merupakan wujud syukur dan doa agar Jakarta ke depan lebih baik," ucap Pramono.

Berita Lainnya

Baca juga: Copet Merajalela di Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Ponsel Jurnalis hingga Dompet Jemaah Raib

Baca juga: Jalan Beda Tinggi Bikin Dua Bus TransJakarta Nyangkut di Tanjung Priok, Sopir Minta Ada Perbaikan

Baca juga: DPRD DKI Minta Pemerintah Pusat Cairkan Dana Bagi Hasil, Yuke: Sebagian Saja Sudah Sangat Membantu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.