Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Seorang petani asal Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, ditemukan meninggal dunia di sekitar saluran irigasi di Dukuh Ngundaan, Desa Glonggong, Sabtu (1/8/2026) siang.
Korban ditemukan warga dalam kondisi tak bernyawa dengan posisi kaki masih tergantung di sepeda motor.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.40 WIB.
"Kami menerima laporan adanya penemuan orang meninggal dunia di pinggir saluran irigasi di Dukuh Ngundaan, Desa Glonggong, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Sabtu siang," kata Dewiana, Minggu (2/8/2026).
Korban diketahui bernama Suyatno (61), seorang petani asal Dukuh Ngundaan, Desa Glonggong, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.
Korban pertama kali ditemukan oleh Sukino (66), warga yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Saat itu, Sukino hendak mengecek saluran pengairan sawah.
Baca juga: Tampang Dua Polisi Gadungan di Sragen Terungkap, Beraksi Dua Kali dalam Semalam Rampas Motor Korban
Sesampainya di lokasi, ia melihat mesin penyedot air yang diduga akan digunakan korban belum dirakit. Sepeda motor korban juga masih berada di tempat.
"Sukino kemudian mendekati sepeda motor korban dan melihat korban tergeletak di tanah dengan kaki masih tergantung di sepeda motor," ujar Dewiana.
Sukino lantas memeriksa kondisi korban. Namun, ia mendapati korban sudah tidak bernapas.
"Kemudian Sukino mengecek napas korban dan sudah tidak ada. Selanjutnya Sukino berteriak, 'Pak'e Harun ninggal, Pak'e Harun ninggal.' Karena tidak ada yang mendekat, Sukino pergi ke rumah Wasito untuk kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gondang," jelasnya.
Setelah menerima laporan, petugas Polsek Gondang bersama tim medis dari Puskesmas Gondang mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat kanker prostat dan pernah menjalani operasi.
"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menerima kematian korban dan tidak berkenan dilakukan autopsi yang dibuktikan dengan surat pernyataan," pungkasnya.
Baca juga: Bukan karena Isu Kerusuhan, Pakuwon Mall Solo Baru Pasang Pagar Demi Keselamatan Pengunjung
(*)