WARTAKOTALIVE.COM, KRAMAT JATI – Kebakaran lahan kosong yang dipenuhi tumpukan sampah dan puing di Jalan Penggilingan Baru I, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, masih dalam penanganan hingga Minggu (2/8/2026) pagi.
Selain sulit dipadamkan karena api membakar sampah di bawah tumpukan puing, insiden ini juga merenggut nyawa seorang petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta.
Hingga Minggu (2/8/2026) pukul 10.00 WIB, petugas pemadam kebakaran bersama personel Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Dukuh masih berupaya memadamkan titik api yang tersisa.
Dari pantauan di lokasi, lahan kosong tersebut dipenuhi puing bangunan dan sampah kayu yang diduga dibuang oleh oknum masyarakat.
Baca juga: Petugas Damkar DKI Andriyono Gugur Saat Bertugas, Sempat Keluhkan Nyeri Dada
Di dalam area itu juga terdapat dua bangunan semi permanen dengan spanduk yang menyatakan lahan tersebut merupakan milik H Mairan dan Sunaryo.
Luas keseluruhan lahan diperkirakan sekitar 6.000 meter persegi, sedangkan area yang terbakar mencapai sekitar 300 meter persegi.
Menurut warga, lokasi tersebut dulunya merupakan kawasan rawa pada era 1990-an hingga awal 2000-an.
Seiring waktu, area itu berubah menjadi tempat pembuangan puing dan sampah.
Ketua RW 03 Kelurahan Dukuh, Irman Riyadi, mengatakan proses pemadaman mengalami kendala karena api membakar sampah yang berada di bawah lapisan puing.
Akibatnya, bara api masih terus menyala meski bagian atas terlihat telah padam.
"Jadi di atas ini terlihat puing, tapi di bawahnya itu adalah sampah. Makanya kalau kita jalan ini kan agak bergetar gitu," kata Irman saat ditemui di lokasi, Minggu (2/8/2026).
Irman menambahkan, berdasarkan informasi yang diketahui warga, lahan tersebut masih bersengketa antara H Mairan dan Sunaryo dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur.
Baca juga: Rumah Warga di Cibubur Jakarta Timur Kebakaran, Pemilik dan Anaknya Pilih Menyelamatkan Diri
Irman menuturkan, kebakaran diduga bermula ketika sejumlah anak bermain api di lahan kosong tersebut pada Sabtu (1/8/2026) pagi.
Saat api membesar, anak-anak itu panik dan meninggalkan lokasi.
Kondisi angin yang bertiup cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat meluas.
"Kemudian ketika api membesar, mereka panik dan lari. Angin pada pukul 07.00 WIB kemarin itu kencang sehingga api membesar dan saya ketika dapat kabar langsung menghubungi damkar," ujarnya.
Baca juga: Rumah Warga di Cibubur Jakarta Timur Kebakaran, Pemilik dan Anaknya Pilih Menyelamatkan Diri
Ia menegaskan lahan tersebut bukan merupakan tempat pembuangan sampah resmi milik warga.
Menurutnya, setiap RT dan RW di wilayah tersebut telah memiliki sistem pengelolaan sampah sendiri.
"Jadi kami pastikan ini bukan lahan pembuangan sampah warga," katanya.
Peristiwa kebakaran ini juga menewaskan seorang petugas Dinas Gulkarmat DKI Jakarta bernama Andriyono.
Irman mengatakan asap tebal yang mengepul selama proses pemadaman membuat petugas bekerja dalam kondisi yang berat.
Saat itu arah angin membawa asap ke lokasi tempat Andriyono bertugas.
"Jadi pada saat itu posisi angin mengarah ke barat, sehingga asap ke arah barat dan posisi damkar ada di arah barat hingga akhirnya korban pingsan," ungkap Irman.
Rekan-rekan Andriyono segera mengevakuasi korban keluar dari area kebakaran sebelum membawanya ke Rumah Sakit Harapan Bunda.
Namun, nyawa Andriyono tidak tertolong.
"Tapi saat di rumah sakit meninggal dunia. Kami sudah mendatangi kediaman anggota damkar tersebut untuk menyampaikan rasa duka yang mendalam," kata Irman.
Hingga Minggu siang, petugas masih berupaya memadamkan bara api yang tersisa di bawah tumpukan puing agar kebakaran tidak kembali membesar. (*)