Petugas Damkar DKI Andriyono Gugur Saat Bertugas, Sempat Keluhkan Nyeri Dada
Dian Anditya Mutiara August 02, 2026 12:17 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Seorang petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta, Andriyono, meninggal dunia saat menjalankan tugas menangani kebakaran tumpukan sampah di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2026).

 Almarhum sempat mengeluhkan nyeri dada ketika membantu operasi pemadaman.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Andriyono yang menjabat sebagai Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung.

"Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta turut berdukacita atas wafatnya Kepala Regu Kelompok Cepu Sektor Cipayung, Bapak Andriyono, yang meninggal dunia saat bertugas dalam penanganan kebakaran tumpukan sampah," kata Bayu kepada Wartakotalive.com, Minggu (2/8/2026).

Baca juga: Kebakaran Terjadi di Hotel Pullman Grogol Petamburan Jakarta Barat, Ini Dugaan Penyebabnya

Sempat Keluhkan Nyeri Dada Saat Bertugas

Bayu menjelaskan, laporan kebakaran diterima pada pukul 07.02 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Gulkarmat mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan 50 personel ke lokasi kejadian.

Operasi pemadaman dimulai pada pukul 07.11 WIB. Api berhasil dilokalisasi sekitar pukul 11.35 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan mulai pukul 13.15 WIB untuk mengurai material yang masih berpotensi terbakar.

Dalam operasi itu, Andriyono bertugas mencari sumber air sebagai bagian dari dukungan operasi pemadaman.

Baca juga: Wahyu Dewanto Imbau Dinas Gulkarmat DKI Gandeng Pengusaha Industri untuk Cegah Kebakaran Jakarta

Saat melakukan penyambungan selang, ia mendadak mengeluhkan nyeri pada bagian dada.

"Almarhum bertugas mencari sumber air sebagai bagian dari dukungan operasi dan tidak berada pada posisi penyerangan atau pemadaman api secara langsung. Saat melakukan penyambungan selang, almarhum tiba-tiba mengeluhkan nyeri pada bagian dada," ujar Bayu.

Sempat Mendapat Penanganan Medis

Rekan-rekan Andriyono segera memberikan pertolongan pertama dan memanggil tenaga medis yang berada di lokasi.

Setelah mendapat penanganan awal, Andriyono dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Di rumah sakit, tim medis melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Andriyono dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.30 WIB.

Berdasarkan keterangan Dinas Gulkarmat, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

Bayu menegaskan Dinas Gulkarmat DKI Jakarta akan memastikan seluruh hak Andriyono sebagai petugas yang meninggal saat bertugas dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum serta akan memastikan pemenuhan hak-hak almarhum sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Bayu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.